11 Orang Aktivis Buruh Ditangkap Pasca Aksi Unjuk Rasa Menolak RUU Omnibus Law Di Tiga Raksa Tangerang

Foto: (Ist)

“Raswan Suryana juga menginformasikan  semua aktivis buruh yang ditangkap aparat keposian dari Polres Tangerang, semua ditahan di Polres Tiga Raksa”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Raswan Suryana Ketua Umum Federasi Buruh Indonesia menginformasikan pasca aksi unjuk rasa bersama Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) pada 3 Maret 2020 di Tangerang dan Banten sekitarnya telah terjadi penangkapan terhadap sejumlah aktivis buruh yang dianggap sebagi motor penggerak dari aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law itu.

Penangkapan kawan-kawan Banten pasca aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law kata Raswan Suryana lewat realasenya 4 Maret 2020, dilakukan pihak Polres Tangerang terhadap anggota Konfederasi Serikat Buruh Nasional diantaranya, Siswoyo, Ahmad Tablawi, M. Sarpin, Tasino, Jejen Setiawan, Imron atau Joe, Juli Mabruri, M. Surya Agus, Irpan Hadi Suryana, Rustam Effendi, S.H. (Ketua DPC KSPSI Kab.Tangerang), Galih Wawan, S.H. (DPC KSPSI Kab.Tangerang).

Sembilan dari sebelas orang aktivis buruh yang ditangkap ini imbuh Raswan Suryana adalah anggota dari KASBI Tangerang.

Raswan Suryana juga menginformasikan  semua aktivis buruh yang ditangkap aparat keposian dari Polres Tangerang, semua ditahan di Polres Tiga Raksa.

Untuk mendapingi para aktivis buruh ini Raswan Suryana mengaku telah melakukan koordonasi dengan sejumlah Lawyer untuk mendampingi mereka.

“Kawan-kawan buruh yang ditangkap ini telah didampingi oleh 30-an orang Tim Pengacara dari  Tangerang. Sementara Tim Pembela Hukum dari Jakarta akan ikut bergabung bersama Tim Pembela Buruh dari Tangerang, tandas Raswan Suryana. (Jacob Ereste)

Edt: Redaksi (AN)