16 Hari Kerja, Menteri KKP Serap Keluhan Para Nelayan

Foto: (Ist)

“16 hari ini saya manfaatkan untuk menyerap aspirasi-aspirasi yang menjadi masalah”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Selama dua pekan menjabat, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edy Prabowo saat ini masih mendengarkan sederet keluhan serta saran yang disampaikan oleh para nelayan dan pembudidaya perikanan.

Selama itu pula, keluhan yang disampaikan menurutnya tak lepas dari soal perizinan nelayan yang sulit didapatkan.

“16 hari ini saya manfaatkan untuk menyerap aspirasi-aspirasi yang menjadi masalah. Setiap pertemuan yang saya undang, tidak sampai 10 jari saja. Yang dipermasalahkan itu-itu saja. Ada yang ngomong ukuran kapal, ada yang ngomong izin kapal. Ada nggak KKP jemput bola,” ujarnya dalam sambutan Forum Group Discussion (FGD), di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Atas keluhan tersebut, dirinya berencana akan mengubah sistem perizinan yang akan memudahkan para nelayan tanpa harus mendatangi Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Jadi, kalau saya pikir, kalau kita mau, pemerintah itu kan tugasnya melayani bukan dilayani. Jadi nanti sektor tangkap yang mengurus perizinan, kita akan jemput bola. Saya yakin kalau masyarakat Indonesia apalagi orang kecil itu niatnya tidak pernah bohong. Supaya kita nggak dicolongin, makanya kita perkuat pengawasan,” katanya.

Selain itu, ditegaskan kembali, program 100 hari kerja dirinya hanya melanjutkan program KKP yang telah berjalan saat ini. Namun, tidak menutup kemungkinan bakal ada perubahan program bila terjadi keluhan oleh para nelayan.

“Semua yang baik akan kita teruskan. Dan semua yang tidak baik akan kita perbaiki. Banyak yang bagus dilakukan oleh Ibu Susi. Ada yang kurang, ada yang belum nyambung, tugas saya yang meneruskannya,” ucapnya. (NH)

Edt: Redaksi (AN)