7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat Di Lanud Sultan Iskandar Muda

Foto: (Ist)

“Tujuh pesawat melaksanakan divert ke bandara atau pangkalan terdekat, dalam hal ini Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh Besar,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tujuh pesawat tempur Angkatan Laut Perancis jenis Rafale terpaksa harus mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, akibat cuaca buruk, Sabtu (18/5/2019) sekitar Pukul 11.45 WIB.

“Tujuh pesawat melaksanakan divert ke bandara atau pangkalan terdekat, dalam hal ini Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh Besar,” kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H, dalam konferensi pers Sabtu (23/5/2019) malam.

Menurut Hendro Arief, kedatangan tujuh pesawat tempur Perancis langsung direspon dengan sigap oleh jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda.

Saat landing,  personel Angkatan Udara langsung melakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai dengan SOP baik terhadap barang bawaan isi pesawat maupun kru Rafale.

“Identitas kru masing-masing Bob, Captain Adeleus Thomas (Rafale 38), Captain Duboin Jean, (Rafale 39), Captain Dennis Pierre (Rafale 45), Captain Hetier Hubert (Rafale 6), Squid, Captain Denis Guiluame (Rafale 21), Lea, Captain Droz Bartholet (Rafale 31), dan Choco/Captain Bon Camile (Rafale). Seluruh kru kooperatif saat diperiksa,” rincinya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda, diketahui pesawat tempur asal Perancis itu sedang melaksanakan exercise air to air dengan rute ship (Charles De Gaule)– area–ship.

Setelah dilakukan pemeriksaan technical check terhadap kondisi pesawat dan dokumen, empat pesawat tempur asal Perancis sudah kembali terbang menuju kapal induk Charles De Gaule sebagai lokasi base pesawat yang posisinya berada di 100 Nm barat Sumatera atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

“Setelah kami periksa, kru tidak membawa senjata perorangan, hanya di salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kedali dummy jenis Missile Interception Combat Arien (MICA),” katanya. 

Edt: Redaksi (AN)