Ada Dugaan Oknum Pejabat Yang Mendoktrin Polisi Lebih Kejam Dari Teroris ISIS

Foto: (Ist)

“Tindakan represinya seperti monster dan robot kematian. Sungguh mengerikan dan membahayakan rakyat”

Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti (Koordinator Eksekutif JAKI-Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Melihat tindakan operasional polisi yang kejam dalam penanganan demonstran belakangan ini patut dicurigai ada doktrin kejam menjadikan polisi sebagai monster.

Tentu kita patut menduga dan berhati-hati bahwa ada oknum aktor negara atau pejabat yang sengaja mendoktrin polisi menjadi sangat kejam melebihi teroris ISIS.

Kita melihat tidak biasa, munculnya karakter sadis, brutal dan anti kemanusiaan yang dilakukan oleh aparatus polisi seperti brimob.

Tindakan represinya seperti monster dan robot kematian. Sungguh mengerikan dan membahayakan rakyat. Karena bisa mengakibatkan pembunuhan massal dengan alasan keamanan.

Dugaan ini tentu bukan tanpa alasan. Karena struktur komando dalam kepolisian sudah jelas cara dan prakteknya. Yaitu top down (dari atas ke bawah).

Sementara instrumen kepolisian berubah menjadi militeristik, tentu tidak bisa begitu saja bergerak tanpa doktrin.

Doktrin ini adalah doktrin kekerasaan yang salah satunya adalah membunuh dan menyiksa masyarakat sipil adalah hal wajar. Dengan menggunakan instrumen aparatus keamanan, yang seharusnya menerapkan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hak asasi manusia, pendoktrim ini bersembunyi dibalik instrumen tersebut.

Tentu yang mampu mendoktrin tersebut adalah pejabat yang memiliki posisi dan wewenang legal bukan dari eksternal.

Dan sudah dipastikan oknum ini adalah penjahat HAM (Hak Asasi Manusia). Mengerikan jika negara benar-benar menggunakan doktrin teroris untuk aparatus keamanannya. Tentu hal ini berpotensi menjadikan negara sebagai organisasi teroris.

Edt: Redaksi (AN)