Akibat Gelombang Tinggi, Nelayan Bintan Tidak Bisa Melaut

Foto: (Ist)

“Diperkirakan dua minggu ke depan nelayan baru bisa melaut. Itupun kalau cuaca sudah mulai kondusif,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Nelayan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sudah sebulan terakhir ini tidak bisa melaut karena ketinggian gelombang di perairan wilayah itu mencapai 2,5-3 meter.

“Diperkirakan dua minggu ke depan nelayan baru bisa melaut. Itupun kalau cuaca sudah mulai kondusif,” kata Ketua Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, Buyung Syukur Harianto di Bintan, Sabtu (3/8).

Buyung mengatakan, selama tidak melaut para nelayan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

“Mereka di rumah saja. Kalau ada alat tangkap yang rusak, ya mereka memperbaikinya,” ujarnya.

Mereka tidak punya pilihan lain, karena satu-satunya sumber mata pencaharian ialah dengan melaut.

“Bayarnya nanti setelah nelayan sudah bisa melaut dan mendapatkan hasil tangkapan yang memadai,” ucap Buyung.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tidak turun ke laut, kata dia, nelayan terpaksa meminjam uang kepada tauke tempat biasa mereka menjual hasil tangkapan.

“Misalnya membuat program padat karya, di mana nelayan bisa memperbaiki selokan, pantai, serta membuat keramba. Intinya mereka bisa mendapatkan gaji dari sana,” tutur Buyung.

Buyung juga mengharapkan pemerintah daerah setempat dapat mencarikan solusi untuk membantu nelayan saat tidak bisa melaut.

Edt: Redaksi (AN)