Aksi Gebuk Akan Semakin Massif Melawan Korupsi

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Gebuk melakukan aksi unjuk rasa untuk memberi dukungan pengusutan berbagai dugaan kasus mega korupsi yang terjadi di Indonesia”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Fenomena dari kegerahan kaum buruh ikut terusik oleh perilaku koruptor di negeri ini yang sudah melampaui batas, jadi ini pertanda gawat untuk semua warga bangsa bahwa perilaku bejad itu harus dilawan secara bersama.

Kaum buruh dan serikat buruh yang tergabung dalam Gebuk (Aliansi Gerakan Bersama Usut Korupsi) tidak cuma perduli pada dana BPJS Ketenagakerjaan yang dikuras habis-habisan dengan cara keji dan biadab itu, tapi juga duit Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun digarong juga.

Keprihatinan kaum buruh dan serikat buruh terhadap perilaku koruptor secara sistematis dan terstrukrur ini, jelas dilakukan sindikasi besar yang kuat bernuansa politis, hingga bisa membuat Indonesia lebih cepat ambruk dan bangkrut.

Sejumlah buruh dan serikat buruh yang tergabung dalam Gebuk sudah melakukan aksi secara simultan sejak beberapa pekan silam. Pada aksi hari Kamis, 8 April 2021 di depan Gedung Merah Putih KPK, Gebuk telah memberi peringatan terakhir kepada KPK untuk agar bertindak tegas terhadap koruptor termasuk pengentit dana BLBI yang terkesan tidak serius dilakukan itu. Karenanya, dalam kesempatan berikutnya sejumlah buruh dan serikat buruh berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan yang ada, walau konsekuensinya menjadi rentan untuk dianggap melanggar protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.

Indikasi tindak Korupsi BPJS Ketenagakerjaan telah membuat buruh dan serikat buruh terpaksa harus menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Jakarta.

Buruh dan serikat buruh menuntut dilakukan pengusutan atas indikasi korupsi di BPJS Ketenagakerjaan yang menyimpan duit kaum buruh itu telah yang raib pulihan triliun rupiah.

Gebuk melakukan aksi unjuk rasa untuk memberi dukungan pengusutan berbagai dugaan kasus mega korupsi yang terjadi di Indonesia.

Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta harus serius membongkar dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dan korupsi di berbagai instansi pemerintah lainya, kata Presidium Gebuk Mirah Sumirat.

Tiga tuntutan dari aksi Gebuk adalah segera tuntaskan dugaan kasus korupsi. Dan Direksi serta Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan harus segera mengembalikan dana milik pekerja yang diduga telah dikorup itu.

Berikutnya tuntutan Gebuk adalah segera tuntaskan semua dugaan kasus korupsi yang terjadi di lingkaran eksekutif, legislatif, yudikatif, dan BUMN.

Tuntutan ketiga Gebuk adalah penegakkan hukum tanpa tebang pilih dengan cara mengadili dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada semua pelaku korupsi di Kndonesia tanpa pilih kasih.

KPK harus jujur dan berani mengungkap dan mengusut semua kasus korupsi di Indonesia. Jika tidak, kata Mirah Sumirat, buruh dan serikat buruh akan berbalik mendesak agar KPK segera dibubarkan saja, bila tidak berani bersikap. Sebab srtinys KPK telah khianat pada tugas dan fungsinya yang mengemban amanah takyat. Untuk itulah Gebuk siap mewajafkan diri mendukung aparat penegak hukum untuk mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.

Edt: Redaksi (AN)