Aksi Nasabah AJB Bumiputera Akan Segera Menduduki dan Menyita Aset Yang Ada

Foto: Google

“Aksi dan unjuk rasa sudah dirancang. Semua persiapan telah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu waktunya bergerak”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Kesabaran nasabah AJB Bumiputera sudah mentok ke ubun-ubun. Tak lagi ada istilah sabar. Karena mereka sudah kukuh mengambil sikap, merebut otoritas jasa keuangan yang tidak berpihak pada nasabah.

Aksi dan unjuk rasa sudah dirancang. Semua persiapan telah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu waktunya bergerak.

Tuntutan para nasabah AJB Bumiputra cuma minta uang mereka dan kerugian lain akibat dari waktu pembayan yang tertunda itu juga ada konvensasinya.

Jika tidak, maka tak ada piluhan lain kecuali mengambil alih perusahaan agar bisa membagi aset yang ada sesuai dengan nilaib masing-masing nasabah yang menggabtung itu tanpa pernah penyelesaian yang jelas.

Tak lagi bisa ditoleran sikap AJB Bumiputra yang abai pada hak nasabah yang sudah sangat memerlukan akibat terhimpit Covid-19 hingga membuat berbagai usaha dan pekerjaan tidak mampu menutupi kebutuhan hidup yang mendera.

Sikap pemerintah memberi bantuan sosial bagi nasyarakat itu bagus, tapi akan lebih bijak bila pemerintah pun ikut membantu nasabah AJB Bumiputera untuk meminta hak-hak para nasabah yang telah diabaikan ini, agar supaya kegaduhan tak perlu terjadi, karena bisa membuat korban yang lebih besar akan ditanggung oleh semua pihak. Apalagi para nasabah AJB Bumiputera sendiri telah menyatakan jadi terpaksa memilih jalan terakhir yang akibatnya pun sudah sepakat siap mereka tanggung secara bersama.

Dari kisaran tiga juta basabah AJB Bumiputra yang ada, tidak sedikit jumlahnya yang telah mulai menghentikan pembayaran iuran. Karena yang sudah ada saja hendak mencairkan dana itu mengalami gagal bayar. Jadi semakin lama AJB Bumiputera tidak mau membayar klaim dana para nasabah, maka dapat dipastikan kondisinya akan semakin ambruk dan semakin tidak jelas masa depannya.

Nasabah AJB Bumiputera dari Purwakarta dan sekitarnya menginformasikan telah menghentikan pembayaran iuran secara sepihak. “Lebih baik uang yang sudah kami setorkan itu hilang, daripada harus ditambah lagi penderitaan kami di masa pandemi Covid-19 sekarang ini yang telah membuat hidup semakin susah,” kata nasaban AJB Bumiputera itu meminta dilindungi dan bantuan dalam pemberitaan.

Aksi serentak nasabah AJB Bumiputera akan menduduki dan menyita semua aset yang ada. Karena kata mereka pihak perusahaan telah berulang jalu ingkar janji hendak membayar uang yang sedang sangat dibutuhkan sekarang.

Edt: Redaksi (AN)