Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) Menolak Omnibus Law

Foto: (Ist)

“Target massa aksi yang siap turun berasal dari beberapa Konfederasi dan Federasi hingga berjumlah sekitar 30 ribuan massa buruh”

Jakarta (Bintangtimur.net) – 30 ribu massa akan parede serentak keliling Banten Raya untuk menyatakan penolakan pada RUU Omnibus Law. “Karena perlawanan yang kalah akan lebih terhormat dan bermartabat daripada kalah karena menyerah. Padahal kawan-kawan buruh yakin dan hakkul yakin, buruh bersatu pasti menang”, kata Raswan Suryana.

Ketua Umum Federasi Buruh Indonesia (FBI) Raswan Suryana menginformasikan Sabtu 29 Februari 2020 Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) telah siap untuk menggelar Aksi unjuk rasa penolakan terhadap RUU Omnibus Law – Cipta Kerja pada 3 Maret 2020 dengan sasaran aksi ke DPRD Provinsi Banten.

Target massa aksi yang siap turun berasal dari beberapa Konfederasi dan Federasi hingga berjumlah sekitar 30 ribuan massa buruh, sehingga yakin dapat menghentikan roda perekonomian di Banten.

Masing-masing massa dari daerah atau pun wilayahnya akan menuju satu titik kumpul di Balaraja. Semua massa aksi menurut Raswan Suryana yang akan melakukan koordinasi langsung di kapangan (Korlap) peserta aksi mulai bergerak pada  pukul 06,30 WIB dengan konvoi bebas untuk mensurving masing-masing kawasan Industri di  Banten, Serang Cikande Tangerang Raya hingga  Cilegon dan sekitarnya seperti Pelabuhan Merak.

Aksi unjuk rasa Aliansi Buruh Banten Bersatu ini kata Mantan Sekjen SBSI dan staf ahli Kemenakertrans ini sekaligus sebagai uji coba dari kekuatan buruh dan serikat buruh di Banten Raya untuk menakar kekompakan dan tingkat solidaritas kaum buruh dan serikat buruh yang selama ini terkesan mau main sendiri-sendiri.

Karena AB3 tandas Raswan Suryana akan terus menekan pemerintah serta Wakil Rakyat di Parlemen untuk membatalkan RUU Omnibus Law yang lahir sungsang dan sesar itu karena dipaksakan. Padahal kalkukasi dari kehendak Omnibus Law Cipta Kerja itu bohong.

Karena justru hendak mencekik buruh dan serikat buruh. Lantaran hendak memuluskan investor masuk Indonesia bersama tenaga kerja yang akan diboyong para pengusaha itu dari negerinya masing-masing.

Itulah sebabnya buruh dan serikat buruh harus menolak dan melakukan perlawanan habis-habisan terhadap niat jahat yang dibungkus rezim dalam Omnibus Law.

“Sebab akan lebih terhormat dan bernartabat kalah setelah melakukan perlawanan, dari pada kalah karena menyerah”, tandasnya.

Dan Raswan Suryana pun yakin jika buruh bersatu pasti menang. Karena kaum buruh sesungguhnya adalah soko guru bangsa yang tidak bisa diabaikan tandasnya. (Jacob Ereste)

Edt: Redaksi (AN)