Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Papua Merah Putih Minta Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

Foto: (Doc. Bintangtimur.net)

“Persatuan dan kesatuan merupakan kunci suatu negara dalam membangun suatu bangsa”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Indonesia merupakan negara yang besar, wilayahnya terbentang oleh pulau-pulau luas dan banyak. Maka, Indonesia memiliki ciri khas yaitu keanekaragaman budaya, adat istiadat, agama, suku, dan bahasa.

“Persatuan dan kesatuan merupakan kunci suatu negara dalam membangun suatu bangsa. Tanpa adanya persatuan serta kesatuan yang dijaga oleh negara maka mudah di goyah oleh ancaman dari luar dan dalam negeri,” ujar Rimang Mote, Korlap Aksi “Aliansi dan Pemuda Papua Merah Putih” dalam orasinya di depan Patung Kuda, Menteng, Jakarta, Kamis (29/8).

Maka itu, lanjut Rimang, masyarakat Indonesia sebagai bagian dari warga negara harus memahami betul arti penting persatuan serta kesatuan demi menjaga keutuhan negara.

“Terlebih Indonesia adalah negara yang dikenal akan keanekaragaman suku, budaya, dan bahasa. Kapan saja bisa digoyah oleh beberapa isu terutama isu SARA dan ujaran kebencian,” tegasnya.

Masih menurut Rimang, jadi persatuan dan kesatuan bangsa dapat mewujudkan sifat kekeluargaan, jiwa gotong royong, musyawarah, dan lain-lain.

“Salah satu yang harus diperhatikan juga adalah masyarakat Indonesia harus mampu menyaring budaya asing yang cocok dengan budaya Indonesia agar saling mengisi, jangan sampai terkikis oleh budaya asing,” terangnya.

Dia menambahkan, sebagai warga negara haruslah tetap menjaga persatuan dan kesatuan yang telah dicapai oleh pahlawan-pahlawan yang terdahulu.

“Keanekaragaman dapat dijadikan manfaat bagi pengembangan kepribadian masyarakat untuk saling menghargai, menghormati serta menjaga keharmonisan bangsa agar tidak terjadi perpecahan,” pungkas Rimang.

Adapun Tuntutan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Merah Putih dalam aksi kali ini adalah:

  1. Kitong Papua menuntut tolak berkibarnya bendera Bintang Kejora di Bumi Indonesia.
  2. Menolak berbagai aksi unjuk rasa bernuansa separatis.
  3. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia terutama masyarakat Papua untuk menolak provokasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  4. Menuntut pihak Kepolisian agar segera mengambil tindakan tegas terkait penegakan hukum dalam pengibaran bendera yang dilarang oleh aturan Pemerintah.
  5. Kami menuntut Kepolisian untuk menjaga Kamtibmas di Indonesia. (ZS)

Edt: Redaksi (AN)