Anak NKRI: UU Ciptaker Wajib Tumbang

Foto: Ist

“Anak NKRI menuntut tiga hal diantaranya Tumbangkan Jokowi, Bubarkan par-Tai Pro UU cilaka, Tolak dan Batalkan UU Cilaka”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Demonstrasi Instruksi Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) yang bertempat di sekitaran Patung Kuda, Gambir Jakarta Pusat pada Selasa, (13/10/2020 ) Berujung Kisruh.

Tema utama dari demonstrasi anak NKRI ini adalah “Jangan pulang sebelum UU ciptaker tumbang”, yang dihadiri oleh puluhan ormas Islam dan beberapa elemen pergerakan seperti FPI, PA 212, GNPF, Bang Japar, Ikatan Keluarga Besar Alumni UI  dan beberapa ormas Islam turut andil meramaikan aksi demo tersebut.

Anak NKRI menuntut tiga hal diantaranya Tumbangkan Jokowi, Bubarkan par-Tai Pro UU cilaka, Tolak dan Batalkan UU Cilaka.

Abdul Qodir, AK selaku koordinator lapangan meminta seluruh massa yang tergabung dalam demonstrasi tidak terprovokasi dan ikuti komando langsung korlap.

Orator beken yang sedang naik daun hadir meramaikan suasana diantaranya Ustadz Yahya Waloni, Gusnur dan beberapa ulama serta ustadzah menyampaikan aspirasinya pada demonstrasi tersebut.

Namun disayangkan setelah demonstrasi bubar, dalam sekejap ada banyak siswa STM dan oknum yang melempari aparat kepolisian dan TNI dengan batu dan botol air mineral, sontak pembela negara tersebut langsung membalas dengan tembakan gas air mata.

Kisruh berawal bukan dari massa demonstrasi akan tetapi dari kumpulan provokator di luar demo yang berada di sebrang mobil panggung orasi, dalam hitungan detik kericuhan pecah dan massa berlarian menyelamatkan diri.

Aksi saling lempar batu dan tembakan gas air mata juga terjadi di sekitar Tugu Tani, yang mengakibatkan kisruh serta ditangkapnya empat orang provokator di tempat kejadian perkara.

Saling serang antara massa dan pihak kepolisian juga terjadi di depan pintu Monas dan Stasiun Gambir, yang mengakibatkan Polantas memberlakukan rekayasa lalu lintas karena insiden bentrokan tersebut. (AW)

Penulis: Sofyan Ahmad
Edt: Redaksi (AN)