Ancaman Topan Haishen, 200 Ribu Warga Kyusu Diminta Evakuasi

Foto: Ist

“Pada pukul 08.00 pagi waktu setempat, Haishen berada sekitar 150 kilometer tenggara pulau Amami Oshima dengan embusan hingga 252 kilometer per jam”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Lebih dari 200 ribu penduduk Kyushu, Jepang, pada Minggu (6/9) diminta untuk mencari perlindungan di tempat penampungan menyusul ancaman terjangan Topan Haishen, menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana setempat.

Pemerintah telah menunjuk sekolah-sekolah dan pusat komunitas lokal untuk menjadi tempat penampungan. Tapi beberapa penduduk lebih memilih tinggal di hotel-hotel lokal untuk mengurangi risiko terinfeksi virus corona.

Dilansir AFP, Minggu (6/9), Topan Haishen membawa angin kencang dan hujan lebat ke wilayah Jepang selatan. Ahli Meteorologi memperingatkan begitu badai itu mendekati pulau-pulau yang berpenghuni, terjangannya cukup kuat untuk mematahkan tiang listrik dan membalikkan kendaraan.

Haishen dikategorikan sebagai topan “besar” dan “sangat kuat”. Topan itu diperkirakan akan bergerak melalui wilayah Amami di pulau-pulau kecil dekat Kyushu yang memisahkan Samudera Pasifik dan Laut China Timur pada sore hari.

Pada pukul 08.00 pagi waktu setempat, Haishen berada sekitar 150 kilometer tenggara pulau Amami Oshima dengan embusan hingga 252 kilometer per jam.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, badai itu diperkirakan akan menuju utara dan melakukan perjalanan di lepas pantai barat Kyushu dari malam hari hingga Senin pagi sebelum mencapai Korea Selatan.

Menurut lembaga penyiaran nasional, NHK, topan itu membuat 528 penerbangan dibatalkan.

Sementara itu, Toyota mengatakan pihaknya akan menghentikan operasional di tiga pabrik di Kyushu hingga Senin malam. Perusahaan lain termasuk Canon dan Mitsubishi Electric dilaporkan berencana mengambil tindakan serupa.

Topan Haishen juga memaksa penjaga pantai di Jepang untuk menghentikan pencarian puluhan pelaut yang hilang dari kapal kargo, Gulf Livestock 1, yang tenggelam akibat terjangan badai terpisah. Sebelumnya mereka berhasil menyelamatkan dua awak kapal.

Meski begitu, seorang petugas jaga mengatakan kepada AFP bahwa kapal patroli tetap berada di laut. Sehingga, pencarian dapat dilakukan setelah Haishen meninggalkan wilayah itu.

Saat kejadian, Gulf Livestock 1 membawa 6 ribu sapi dan menampung 43 awak di dalamnya. Pada Rabu, kapal mengeluarkan panggilan darurat di dekat Amami Oshima saat Topan Maysak melewati daerah tersebut. (AW)

Edt: Redaksi (AN)