Antartika Laporkan Infeksi Virus Corona Pertama

Foto: Google

“Puluhan kasus corona di Antartika itu terdiri dari 36 warga Chile”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Antartika tidak lagi menjadi satu-satunya benua di dunia yang bebas dari virus corona (Covid-19) setelah mengonfirmasi 36 kasus virus serupa SARS itu pada Selasa (22/12).

Puluhan kasus corona di Antartika itu terdiri dari 36 warga Chile.

Media Spanyol melaporkan 36 warga Chile itu tinggal di Pangkalan Militer Chile Jenderal Bernardo O’Higgins Riquelme yang berbasis di Antartika.

Pangkalan militer itu merupakan stasiun penelitian dan satu dari 13 basis Chile yang aktif di Antartika.

Pangkalan O’Higgins terletak dekat dengan ujung paling utara Semenanjung Antartika di Antartika Barat. Letaknya cukup jauh dari pangkalan Australia yang berada di Antartika Timur.

Pangkalan O’Higgins bahkan digambarkan oleh salah satu situs perjalan sebagai tempat yang sulit dijangkau “bahkan dari sudut pandang orang Antartika”.

Dilansir ABC News, Australia mengirim sekitar 250 orang untuk melakukan ekspedisi ke stasiun Davis, Mawson, Casey, serta Pulau Macquarie pada musim ini. Jumlah itu setengah lebih sedikit dari staf yang biasanya ditugaskan ke stasiun-stasiun di Antartika tersebut.

Menurut situs web Divisi Antartika Australia (AAD), hanya staf yang dianggap krusial perannya dikirim untuk menjaga stasiun penelitian tetap beroperasi dan memantau kehidupan liar serta iklim di kawasan kutub selatan itu.

Para petugas ekspedisi juga diisolasi selama dua pekan di Horbart dan di tes corona sebanyak tiga kali sebelum melakukan perjalanan ke Antartika.

Komite Ilmiah Wilayah Antartika pun terus meneliti bagaimana pandemi Covid-19 selama setahun terakhir mempengaruhi Antartika.

ABC News telah menghubungi AAD, Dewan Manajer Program Antartika Nasional, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan komentar terkait laporan ini.

Kedutaan Besar Chili di Australia, badan penelitian Antartika, Instituto Antartico Chileno, juga telah dimintai tanggapan terkait kabar puluhan kasus corona di Kutub Selatan tersebut. (APL)

Edt: Redaksi (AN)