Badai Dorian Kembali Hantam Bahama, Korban Jiwa Bertambah

Foto: (Ist)

“Pemerintah Bahama saat ini telah menutup kawasan wisata dan mengevakuasi penduduk ke lokasi yang dianggap lebih aman”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Badai Dorian yang menyapu Kepulauan Bahama kembali memakan korban. Dua orang dilaporkan tewas akibat terjangan badai.

Dengan demikian jumlah korban tewas menjadi tujuh orang dari sebelumnya lima orang.

Dikutip AFP, Perdana Menteri Hubert Minnis mengatakan pada Selasa (3/9), korban berjatuhan setelah badai menghantam pulau-pulau di sana. “Diperkirakan korban terus bertambah,” ujarnya.

Minnis menyebut Dorian menjadi salah satu bencana terbesar dalam sejarah negara itu. 

Rekaman udara Pulau Great Abaco di Bahama yang disiarkan oleh CNN menunjukkan kerusakan parah terjadi di sana-sini. Terlihat ratusan rumah kehilangan atap, mobil terbalik. Banjir di sepanjang jalan dan puing berserakan di mana-mana.

Pemerintah Bahama saat ini telah menutup kawasan wisata dan mengevakuasi penduduk ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Kekuatan Badai Dorian kemarin menurut satu tingkat, dari kategori lima ke empat, tetapi tetap berbahaya. Menurut pantauan Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC), kecepatan angin saat Badai Dorian menyapu Bahama mencapai 145 mil per jam (sekitar 233 kilometer per jam).

Warga di seluruh Bahama, terutama yang berada di pesisir masih diliputi kekhawatiran. Badai bisa memicu banjir bandang dan tanah longsor.

Sejumlah kota di pesisir Bahama bahkan sudah terendam banjir setinggi atap rumah. Kapal-kapal pesiar dan nelayan terdampar ke daratan karena tersapu gelombang laut.

Pemerintah di ketiga negara bagian AS itu sudah memerintahkan warganya mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan yang diperkirakan tidak berada dalam jalur badai. 

NHC memperkirakan Badai Dorian bisa menyebabkan ombak setinggi 5 sampai 7 meter. Mereka menyatakan kemungkinan badai itu bisa mencapai pantai timur Negara Bagian Florida pada hari ini atau Rabu malam mendatang, lantas mengarah ke Georgia dan South Carolina.

Edt: Redaksi (AN)