BAKORNAS LKBHMI PB HMI: Bentuk Satgas Dan Segera Tindak Perusahaan Bandel Di Anoa

Foto: (Ist)

“Jadi kami akan meminta Kementrian ESDM dalam hal ini melalui Dirgen MINERBA”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sebagai tindak lanjut laporan dugaan ilegal meaning yang dilakukan oleh PT. Paramita Persada Tama dan PT. Manunggal Sarana Surya Pratama pihaknya akan melaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian perhubungan.

“Kami mendapat informasi di masyarakat bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh dua perusahaan tersebut telah memasuki kawasan hutan lindung dan juga telah melakukan pencemaran lingkungan di sekitar pantai,” ujar BAKORNAS LKBHMI PB HMI La Ode Erlan kepada www.bintangtimur.net Selasa (21/5).

Tidak hanya sampai disitu, penempatan jeti perusahaan tersebut tidak sesuai titik koordinat yang telah di tentukan. Bahkan mereka sudah dua kali memindahkan lokasi Jeti tersebut.

“Jadi kami akan meminta Kementrian ESDM dalam hal ini melalui Dirgen MINERBA, Kementrian Perhubungan dan kementrian Lingkungan hidup untuk segera membentuk satuan tugas (Satgas) agar segera menindak perusahaan-perusahaan yang membandel di Bumi anoa,” tegasnya.

Menurut La Ode, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa jilid II untuk mempresure lembaga-lembaga yang berwenang agar segera mememenuhi tuntutan tersebut.

Edt: Redaksi (AN)