Bamsoet: PERIKSHA Gelar Lomba Asah Kemahiran Menembak September 2021

Foto: Ist

“Baintelkam Polri mencatat per Januari 2019 ada sekitar 3 ribu izin penggunaan senjata api non organik yang dipegang masyarakat sipil”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri (PERIKSHA) menyampaikan pada September 2021 nanti PERIKSHA bersama International Defensive Pistol Association Indonesia (IDPA Indonesia) akan menggelar Lomba Asah Kemahiran Menembak bagi para pemilik izin khusus senjata api bela diri. Memperebutkan Piala Ketua MPR RI dan berbagai hadiah lainnya.

“Baintelkam Polri mencatat per Januari 2019 ada sekitar 3 ribu izin penggunaan senjata api non organik yang dipegang masyarakat sipil. Mereka bisa memanfaatkan lomba tersebut untuk mengasah keterampilan, sekaligus menunjukan kemahiran dalam menggunakan senjata api untuk beladiri. Sekaligus menekankan kepada mereka agar tidak menyalahgunakan kepemilikan yang telah diamanahkan,” ujar Bamsoet dalam rapat virtual perdana pengurus PERIKSHA 2020-2025, di Jakarta, Kamis (4/3/21).

Pengurus PERIKSHA yang hadir antara lain, Ketua Harian R. C. Eko Santoso Budianto, Wakil Ketua Harian Fabian Surya Putra, Sekretaris Jenderal Deche Helmy Hadian, Bendahara Umum Steven Djajadiningrat, Ketua Bidang Dana Budiono Salim, Ketua Bidang Humas Nicolas Kesuma, Ketua Bidang Teknik Ferry Kurniawan. Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Anom Reksodirdjo, Wakil Bendahara Panji Winata, Wakil Ketua Bidang Dana Haris Faisal dan Anton Rinaldi, serta Wakil Ketua BIdang Pembinaan Panji Trihatmodjo.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, lomba asah keterampilan PERIKSHA dan IDPA Indonesia berbeda dengan lomba kemahiran tembak reaksi dalam naungan International Practical Shooting Confederation (IPSC). DI IPSC, menembak sebagai olahraga (sport), senjata terlihat, dan peserta menggunakan kostum olahraga.

“Sementara dalam lomba PERIKSHA dan IDPA Indonesia, para peserta yang memiliki izin khusus senjata api akan tampil menggunakan kostum keseharian mereka dengan senjata tidak terlihat publik. Bagi yang kesehariannya biasa memakai jas, dalam lomba juga akan memakai jas. Begitupun dengan yang biasa memakai batik, kemeja maupun style fashion lainnya,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, PERIKSHA juga akan memberikan pembekalan ilmu kepada para pemilik izin khusus senjata api bela diri melalui seminar, diskusi, maupun workshop. Khususnya mengenai teknik menembak, teknik bergerak, hingga teknik reload magazine. Menghadirkan narasumber berkompeten seperti Ketua IDPA Indonesia Komjen Pol Petrus Golose, Kepala Baintelkam Polri Komjen Pol. Paulus Waterpauw, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga dari Badan Intelijen Negara dan institusi terkait lainnya.

“Dan yang terpenting, tentang filosofi pistol sebagai alat membela diri dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan untuk ajang pamer kekuatan maupun gagah-gagahan. Karenanya PERIKSHA juga akan mengadakan MoU dengan Polri. Serta MoU dengan Kementerian Pertahanan sebagai komponen cadangan yang ikut berperan dalam bela negara. Khususnya juga MoU dengan MPR RI sebagai Relawan Empat Pilar,” pungkas Bamsoet. (NH)

Edt: Redaksi (AN)