Banjir Tangerang Surut Menyisakan Lumpur Dirumah Warga

Foto (Ist): “Sejak tadi malam hingga siang ini, penduduk terpaksa membersihkan lumpur yang menempel pada lantai dan perabotan,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Banjir yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, akibat meluapnya Sungai Cisadane di Kecamatan Teluknaga menyisakan lumpur yang masuk ke rumah warga setempat.

“Sejak tadi malam hingga siang ini, penduduk terpaksa membersihkan lumpur yang menempel pada lantai dan perabotan,” kata tokoh masyarakat Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Nurhajat di Tangerang, Minggu.

Nurhajat mengatakan ketika banjir melanda, kawasan pemukiman paling parah di Kampung Beting dan Cirumpak, dengan ketinggian air mencapai 1,3 meter dalam rumah.

Namun setelah banjir yang tertinggal hanya lumpur yang dibawa arus air Sungai Cisadane yang hulunya berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Banjir menerjang rumah sebanyak 1.265 kepala keluarga (KK) di Tanjung Burung yang merupakan areal terparah karena pemukiman penduduk berada di dekat muara sungai.

Sedangkan wilayah lain yang terkena banjir di pesisir yakni Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji dan ratusan rumah penduduk yang letaknya bersebelahan dengan bantaran sungai.

Bahkan banjir juga merendam rumah penduduk di Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan dan Kecamatan Kelapa Dua hanya jumlahnya belasan KK.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bahwa banjir juga mengenangi rumah penduduk lainnya di Pakuhaji yaitu di Desa Gaga sebanyak 300 KK, Desa Kalibaru (468 KK), Desa Kohod (20 KK).

Pendapat senada juga diutarakan Ketua RT 016/08, Desa Tanjung Burung, Ija, jalan kampung sepanjang 400 meter tertimbun lumpur dan tidak dapat dilalui sepeda motor maupun mobil karena licin.

Banjir datang secara tiba-tiba karena sejak dua hari terakhir ini hujan turun di Kabupaten Bogor dan Bendungan Pintu 10 di Kota Tangerang tidak mampu menahan debit air menyebabkan lima kecamatan di Kota Tangerang.

Dia menambahkan lokasi perumahan warga memang dekat dengan sungai dan pantai sehingga ketika banjir datang penduduk hanya menyelamatkan ke tempat yang aman sementara perabotan serta barang elekronik tertahan dalam rumah.

Ijan mengatakan warga terpaksa bergotong-royong membersihkan lumpur yang menumpuk di jalan kampung dengan ketinggian mencapai 50 cm.

Edt: Redaksi (AN)