Barisan Oposisi Merah Putih Siap Jadi Lokomitif Serta Gerbong Menuju Perubahan

Foto: Ist

“Jadi saya tak heran dengan manuver Gatot Nurmanto bersama KAMI yang baru saja mendeklarasikan KAMI,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Diskusi Jum’atan ForJis (Forum Jaringan Islam Sosialis) di Rumah Kedaulatan Rakyat Guntur 49 Setiabudi Jakarta Selatan pada 21 Agustus 2020 hadir sebagai pembicara Suripto Mantan Inteligen, Sri Bintang Pamungkas dedengkot aktivis Guntur 49 Septi Hidayat, Daeng Wahidin Presiden PPMI dan Rijal Kobar Presidiun BOM dengan Host kondang Azwar Esfa Pembina Utama Forjis.

Sementara Ahmad Yani sebagai salah satu deklarator KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Wektu menjabat Panglima TNI AD, Gatot Nurmantyo sudah bilang kita hanya dalam tempo tiga hari bisa habis digilas oleh China. “Jadi saya tak heran dengan manuver Gatot Nurmanto bersama KAMI yang baru saja mendeklarasikan KAMI,” kata Sri Bintang Pamungkas.

Septi Hidayat sepakat landasan aksi BOM (Barisan Oposisi Merah Putih) harus beranjak dari UUD 1945. Seperti Mas Bintang Pamungkas melawan terus pada 7 Presiden yang tidak cocok memimpin Indonesia.

Karena itu, kata Septi Hidayat yang cocok jadi Presiden kita nanti adalah Mas Binrang.

Alasannya cukup syarat: Sidik, Amanah, Fatonah, jujur dan cerdas dan seterusnya,” kata Septi Hidayat yang lebih akrab dipanggil Ucok Prodem.

Dalam Islam itu Allah SWT berjanji orang-orang yang teraniaya nanti akan diangkat, diselamatkan. “Tapi kita harus tetap bersatu dan bergerak melawan rezim yang zalim.”

Jadi kita harus bersatu, bergerak, berikut berdoa, “Artinya orang yang mau bebas dan merdeka harus terus berjuang. Tak perlu mengeluh,” kata Uvok Septi Hidayat.

Daeng Wahidin yang selalu bicara mengenai musthadaafin lebih pantas memimpin aksi turun ke jalan dan memimpin gerakan rakyat bersama BOM.

Yang kita alami hari ini adalah dikotak-kotak, dipecah belah. Kita diadu-domba dan dikhianati secara konsitusi, kata Presiden PPMI ini yang mengajak berjuang bersama BOM (Barisan Oposisi Merah Putih).

“Kita tidak menjalankan secara istiqomah konstitusi negara dan bangsa Indonesia. Jika kita tidak percaya pada Ketuhanan Yang Maha Esa tidak mungkin bisa sampai pada kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Saya mengajak kepada seluruh warga bangsa Indonesia khusus hadirin pada forum diskusi BOM untuk setia pada cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka yang adil dan sejahtera,” tandas Daeng Wahidin.

Bagi saya kata Rizal, kobar rezim sekarang ini telah banyak membuat kerusakan. Karena itu kita harus bersikap dan bentindak segera untuk menyelanatkan bangsa dan negara yang harus cepat diselamatkan. Maka itu BOM kita siapkan jadi motor penggerak mambangun Indonesia lebih baik.

Karena itu kita harus bangkit dan bergerak bersama. Sebab membangun kekuatan yang mampu melakukan peribahan lebih baik untuk seluruh rakyat. (Jacob Ereste)