Bathin Tersenyum

Foto: (Ist. Ilustrasi)

“Kebahagian dan kesedihan itu bergiliran mengisi perputaran waktu”

Oleh: Norman Arief

Jakarta (bintangtimur.net) – Samudera kehidupan ini penuh intrik duniawi. Lain halnya apabila sudut pandang itu dari sisi bathiniah.

Iya…
Letak bahagia tiap-tiap insan itu tidak memiliki barometer. Seperti halnya anak kecil yang menangis minta dibelikan mainan. Ketika mainan yang diinginkannya itu didapati maka akan terpancar raut kebahagiaan.

Iya…
Kesedihan pun kerap selalu hadir setiap saat. Menemani perjalanan kehidupan ini. Seperti halnya seorang karyawan yang dipecat dari tempatnya bekerja. Dan harus memikul beban hutang serta harus menafkahi keluarganya.

Iya…
Kebahagian dan kesedihan itu bergiliran mengisi perputaran waktu.

Lantas bagaimana menyikapi dua sisi tersebut?

Iya…
Disinilah peran bathin seseorang teruji.

Pernah sahabat saya terlihat tersenyum bahagia, namun disatu sisi air matanya menggenang. Lantas saya bertanya kepadanya ada apa sebenarnya?

Jawabnya: saya hanya terbawa haru suasana. Lantaran sebenarnya saya juga sedang lapar dan juga kehabisan materi, namun anak-anak tak bernasib baik ini lebih menderita dan kelaparan. Maka uang dan jatah makan siang ini lebih baik diberikan pada mereka. Rasa lapar dan kehabisan materi diri ini tak berarti apa-apa dengan senyum mereka. Apalagi mereka lahap makan jatah makan siang saya.

Bathin ini begitu bahagia melihatnya. Hingga saya rela berkorban. Ujar sang sahabat.

Hmmm…
Luar biasa demi membuat bathinnya tersenyum, sahabat saya mengorbankan apa yang dimiliki untuk kesenangan orang lain. Tanpa hiraukan dirinya jadi kekurangan.

Edt: Redaksi (AN)