Bergegas Tinggalkan Titik Minus Menuju Titik Nol

Oleh : Norman Arief

“Setidaknya situasi sekarang ini harus segera tinggalkan titik minus”

Depok (Bintangtimur.net) – secangkir teh dan kretek jawa pagi ini menemani indahnya hari. Iya … kali ini beralih tanpa secangkir kopi, lantaran asam lambung sedang demonstrasi sangat radikal.

Narasi ini hanyalah berbagi kisah saja, karena teringat obrolan dengan seorang teman.

Iya … obrolan yang pada akhirnya harus dibocorkan tanpa ada niat untuk ghibah.

Teman dalam obrolan yang sedikit mengarah ke curhat, menceritakan perjalanan karirnya sejak jadi karyawan atau bawahan biasa hingga mampu membuat perusahaan sendiri dan jadi Boss.

Cukup panjang lika-liku dan rintangan yang di lalui nya. Hingga bisa mengangkat derajat diri nya di keluarga dan di masyarakat.

Iya … dirinya berujar penampilan dan gaya hidup sangat tertata rapih dalam hidupnya. “Unit kendaraan terbaru selalu dimiliki, masa kalah sama anak buah”.

Apapun life style yang lagi nge-trend selalu dipaksakan demi menjaga performa, ujar teman.

Rasa ingin tampil dan menjaga performa selalu menjadi hal yang tidak boleh luput.

Iya … bisa dikatakan suatu kewajiban, karena gelar Boss yang disandangnya. Hingga pada akhirnya waktu menuntunnya kembali pada masa menjadi anak buah. Dengan kata lain bangkrut.

Iya … gedung perkantoran yang dijadikan ladang bisnisnya tidak diperbolehkan buka lantaran efek Covid-19. Sedangkan sewa gedung yang cukup mahal tetap harus terbayarkan. Gaji karyawan tetap harus dibayarkan. Operasional kantor harus dialokasikan tanpa bisa dihentikan. Sedangkan in come laksana menunggu hujan di musim kemarau. Belum lagi kebutuhan keluarga yang harus ditanggulangi, cukup dahsyatlah tsunami ekonomi.

Terus sekarang bagaimana? ujar saya bertanya saat itu. Teman nampak menarik nafas agak panjang. Tanpa senyum namun berusaha tersenyum perlahan menjawab.

“Iya … terpaksa satu persatu inventaris dijual, demi rumahkan karyawan. Dan operasional perusahaan dihentikan untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Tagihan satu persatu harus dilunasi. Intinya harus stop pengeluaran dan selesaikan kewajiban Bro …”.

Life style Lo bagaimana Bray? Saya bertanya lagi.

“Hmmm … ya sudahlah terpaksa harus nikmatin balik lagi ke posisi apa adanya. Setidaknya situasi sekarang ini harus segera tinggalkan titik minus”.

Agak kaku sebenarnya Bro adaptasi lagi pada situasi yang tak tentu arah. Perjuangan bangetlah bisa berada di titik nol. Teman menutup obrolan.

Narasi obrolan yang saya bocorkan secara singkat diatas setidaknya silahkan disimpulkan sendiri saja. karena saya harus olahraga atasi asam lambung dan berkemas-kemas agar tidak kembali minus. Setidaknya di titik nol saat ini harus tentukan arah pindah zona bahagia.

Edt: Redaksi (AN)