BNN Berhasil Bongkar Pengiriman Ganja Dengan Modus Baru

Foto: (Ist)

“Pengiriman dari Aceh menuju Jakarta dilakukan dengan transit di Pulau Bangka”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Berselang tiga hari dari pengungkapan kasus 250 kg ganja di kramat jati, berdasarkan pengembangan yang dilakukan BNN kembali mengungkap pengiriman paket ganja jaringan Aceh – Jakarta, Senin (12/8) di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan hasil penyergapan yang dilakukan tersebut didapatkan barang bukti berupa narkotika jenis ganja dengan berat kurang lebih 500 kg.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Arman Depari mengatakan selain barang bukti 500 kg ganja petugas juga mengamankan 4 orang tersangka, Keempatnya ditangkap di 4 lokasi berbeda yaitu di Pelabuhan Tanjung Priok, Aceh, Ciledug, dan Banten.

“Pengiriman dari Aceh menuju Jakarta dilakukan dengan transit di Pulau Bangka. Ganja seberat 500 kg yang dipasok oleh jaringan ini dari Aceh ke Jakarta selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Jawa dan Sumatera. Menurut tersangka setidaknya sudah 3 kali pengiriman ganja dilakukan oleh jaringan ini, namun diakuinya bahwa kali ini merupakan pengiriman yang terbanyak jumlahnya,” ujar dia.

“Berbeda dengan modus penyelundupan ganja yang kerap dilakukan melalui jalur darat dan kargo bandara, penyelundupan oleh jaringan Aceh – Jakarta ini melakukan pengiriman menggunakan jalur laut dengan modus pengiriman mobil minibus yang diangkut menggunakan truck dan dikirim dengan kapal. Guna mengelabuhi petugas 500 kg ganja tersebut pun dimasukan dalam sebuah kompartemen khusus yang telah dibuat pada dasar mobil minibus tersebut,” kata Irjen Pol. Arman saat memberikan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (13/8/2019)

“Keempat tersangka tersebut akan dituntut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” Ucap dia.

“Barang bukti ganja dan para tersangka pun saat ini telah dibawa ke kantor BNN Pusat di Cawang, Jakarta Timur guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh dia.

Edt: Redaksi (AN)