Cara Mencegah Dan Mengobati Gigitan Ular Kobra

Foto: (Ist)

“Bersihkan rumah dari tumpukan sampah, sisa makanan, kardus, dan lain-lain”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Kemunculan ular di lingkungan manusia akibat musim menetas (November-Januari), makanan, dan cuaca. Ular kobra memiliki racun dalam gigitan yang dapat melumpuhkan saraf dan otot mangsa. Jika tidak segera dilakukan penanganan maka akan mengakibatkan fatal, bahkan dipastikan akan merenggut nyawa.

Berikut cara untuk mencegah ulsr kobra masuk ke rumah:

  • Bersihkan rumah dari tumpukan sampah, sisa makanan, kardus, dan lain-lain.
  • Ular tidak suka bau yang tajam, gunakan pembersih lantai atau kapur barus.
  • Tutup semua lubang air dan selokan.

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular.

  • Tetap tenang dan segara meminta bantuan.
  • Segera bawa ke Rumah Sakit terdekat.
  • Catat waktu gigitan agar dokter dapat menghitung waktu yang berlalu.
  • Identifikasi jenis ular (bentuk, warna dan ukuran).
  • Jika memungkinkan, ambil foto ular.
Foto: (Ist)

Saat ada yang digigit ular, sebelum dibawa ke Rumah Sakit terdekat atau belum mendapatkan petunjuk, jangan menghisap darah untuk mengeluarkan racun, jangan mengikat ataupun memasang turniket pada luka, jangan memanipulasi luka gigitan seperti menyayat, memijit, atau menekan luka, jangan memberikan obat pereda nyeri atau obat-obatan herbal ataupun jamu, dan jangan mencoba untuk mengejar atau menangkap ular.

Justru yang harus dilakukan adalah istirahatkan korban dan pastikan area gigitan tidak banyak digerakkan, posisikan bagian yang kena gigitan lebih rendah dari posisi jantung, pandai dan bersihkan luka gigitan, longgarkan pakaian dan lepaskan aksesoris, dan pantau tanda-tanda kegawatan.

Foto: (Ist)

Untuk antisipasi, bagi orang yang terkena gigitan ular yang berada di wilayah Depok dan sekitarnya, berikut Serum Anti Bisa Ular (SABU) yang ada di wilayah Kota Depok tersedia di Dinas Kesehatan Depok, RSUD Depok, RS Universitas Indonesia (RSUI), RS Sentra Medika Cisalak, Mitra Keluarga Depok, RS Meilia, RS Bhakti Yudha, RS HGA dan RS Tugu Ibu. (AW)

Edt: Redaksi (AN)