Catatan dari Gunung Halu

Foto: (Doc. Muslim Arbi)

“Acara peringatan Muharram 1441 H dan 17 Agustus itu membawa pesan-pesan perdamaian”

Oleh: Muslim Arbi (Anggota Komite Perdamaian Dunia-WPC)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Saudara H Cepi Sofiandaru SH, MH mengundang saya untuk memberi sambutan pada acara Peringatan Muharram 1441 H dan Peringatan 17 Agustus di Gunung Halu, Bandung Barat Jawa Barat.

Perjalanan dari Cengkareng, Bandara Soekarno Hatta ke Gunung Halu memakan waktu 7 jam. Saya di jemput oleh Muhammad Ali Reza, dan Ibunya Nani Restiana. Perjalanan yang memakan waktu cukup panjang dan lama karena kemacetan di jalan Tol dari Bekasi ke arah Cipularang, Bandung, dan dari Baros, via Kemacatan Cililin banyak perbaikan jalan.

Pukul 16.00 WIB sore baru tiba di Gunung Halu, wilayah yang di sekelilingi oleh perkebunan teh. Saya di sambut oleh H Cepi (Kang Cepi dan keluarga, H Asep Rukmawan, Ustadz Ujang Abdurahman dan semua sanak keluarga serta panitia, termasuk Boby)

Acara peringatan Muharram 1441 H di Gunung Halu ini dilaksanakan 4 hari sejak Kamis, 11 September sampai Sabtu 14 September. Panitia membagikan 500 paket santunan untuk 500 anak-anak yatim di seputar Gunung Halu, juga ada lomba marawis dan lomba panjat pinang pada 15 Septembernya.

Acara besar dan meriah yang di hadiri oleh sekitar 2000 peserta itu. Di meriakan oleh group dari Mody asal Bogor dan grup Mustafa Debu dari Amerika Serikat. Dan juga pembacaan sholawat Qiram Trio, Ustadz Acep dari Garut, Haji Cepi dan Ustadz Agus. Lantunan sholawat Qiraam, sungguh merdu dan menyentak jiwa dan sanubari yang mendalam. Juga Qiraah Al Quran dari Disbintel Kodam V Jaya, Mayor Yuska.

Acaranya sangat meriah karena dengan sangat apik, meski ada sedikit gangguan dari PLN, sehingga lampu terkadang harus redup dan mengganggu acara beberapa saat. Acara begitu beser semestinya di hadiri oleh Gubernur, dan jajarannya se-Jawa Barat.

Acara peringatan Muharram 1441 H dan 17 Agustus itu membawa pesan-pesan perdamaian. Group musik Debu asuhan Mustafa, dari AS itu membawa pesan-pesan ketauhidan, persaudaraan dan perdamaian. Islam, agama damai. Dengan menghadirkan musisi Debu ini, panitia Gunung Halu sudah go internasional.

Pada kesempatan itu penulis memberikan sambutan yang mewakili presiden Perdamaian dunia, Prof Dr Djuyoto Suntani, yang menyerukan Islam sebagai agama damai dan Papua adalah bagian dari KNRI yang tidak boleh di ganggu oleh siapa pun.

Sengaja pesan-pesan damai bagi NKRI dan Papua dan untuk dunia di sampaikan untuk 202 anggota World Peace Committee, ( Komite Perdamaian Dunia). Agar Dunia selalu damai, begitu juga NKRI yang kita cintai ini.

Alhamdulillah, pesan-pesan perdamaian dunia dari Gunung Halu ini menggema juga sampai di Wasinghton, Amerika Serikat. Dan memperkuat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), menolak Referendum atas Papua. Papua adalah NKRI. Titik.

Oleh karenanya, acara besar yang di kemas oleh Kang Cepi dan teman-temannya itu patut di syukuri dan disambut sebagai sebuah pesan untuk perdamaian dunia. Ya. Dari Gunung Halu, sebuah pelosok terpencil di sekelilingi perkebunan teh, mengajak perdamain bagi Indonesia dan dunia.

Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu,
Islam agama damai, Indonesia Negeriku tercinta.

Edt: Redaksi (AN)