Catatan Untuk Pejuang Kaum Buruh Indonesia

Foto: Google

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketika sejuta bunga tak cukup cantik menghias langkah kepergiamu/karena dedikasi dan perjuangan/telah kau nyalakan api elan vital derap pada barisan kaum buruh Indonesia/merebut hak hidup dalam kebersamaan dan solidaritas/yang tak hendak terlepas dari genggaman.

Janji dan kesaksian kami/sebab perjuangan sejak Orde Baru hingga Orde Reformasi/akan terus terjaga baranya/ menggelegak dalam dada/hingga derap langkah terus merayap tak lelah/sampai ujung jalan penghabisan/seperti yang telah kau lakukan.

Tabik dan salut kami tak cukup/tak henti/layak mengejar derap langkah tegapmu/sampai ujung jalan penghabisan.

Hari ini kami kenang (21 Maret 2021) /persis seperti patok sejarah (25 April 1992) nyaris genap 30 tahun bilangannya yang tak mungkin hilang/sebab sejarah itu milik kita/kaum buruh Indonesia.

Edt: Redaksi (AN)

Catatan:

Catatan ini didedikasikan untuk aktivis dan pejuang kaum buruh Indonesia yang gigih tiada pernah lelah sampai diujung hayat.

Dia bukan saja teman, tapi juga lawan bagi ide dan gagasan pembebasan untuk kaum buruh yang tertindas dan ditindas. Entah oleh siapa, karena memang selalu dalam tanda tanya yang tidak pernah selesai terbaca.