Catatan Utteng

Foto: (Doc. Imam Shamsi Ali)
Ket. Foto: Salah seorang yang Allah berikan hidayah bersama kami. Setelah tidak bertemu bertahun-tahun, Allah pertemukan kembali.

“Jiwa yang rapuh itu identik dengan belas kasih orang. Berharap dan senang ketika dikasihi”

Oleh: Imam Shamsi Ali (Putra Kajang di kampung Donald)

Jakarta (Bintangtimur.net) – ‎المغلوب مولع باالاتباع بالغالب

“Mereka yang bermental kalah cenderung mengekor kepada yang menang”.

Sesungguhnya kemenangan atau kekalahan selama itu sifatnya duniawi maka punya penilaian tersendiri. Menang tidak selalu berarti benar dan baik. Sebaliknya kalah tidak selalu salah dan buruk. Karena penilaian dunia ternyata  penuh intrik dan manipulasi.

“Dan barang siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga maka Sungguh sukseslah dia” (Al-Quran).

Jiwa yang rapuh itu identik dengan belas kasih orang. Berharap dan senang ketika dikasihi. Jiwa yang solid itu akan selalu dengan dirinya sendiri. Terus berkarya tanpa peduli penilaian orang.

“Dan berkaryalah. Sesungguhnya Allah akan melihat (menilai) karyamu, RasulNya dan orang-orang beriman” (Al-Quran).

Edt: Redaksi (AN)