Cermin Keadilan Retak Sudah Lama

Foto: Google

“Sesak juga dada ini rasanya, setelah menulis soal keadilan dan rasa adil di negeri tercinta ini”

Oleh: Muslim Arbi (Pengamat Sosial Politik)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sudah lama sekali, soal keadilan dan rasa adil menjadi bahan mahal di negeri ini.

Pagi tadi, saya dikirimi sebuah video oleh Ibu Arini Soemadi. Isinya: Seorang petugas Polisi bentak-bentak seorang pemilik hajatan dengan kata-kata kasar sekali. “Kalau mau mati, mati aja sana sendiri,” ujar polisi yang di acara hajatan itu. Tidak tahu di mana acara hajatan itu. Sang pemilik hajat pun terdiam dan pasrah. Ibu Arini mengomentari di akun wa-nya soal video itu. “Gak tega liat dan dengarnya”.

Di satu sisi, di kalangan punggawa negeri ini, mulai presiden, ketua-ketua lembaga tinggi negara, pemimpin partai, pimpinan dewan kalau menghadiri acara resepsi kawinan terlihat dengan meriah dan sumringah, penuh canda tawa. Dengan pengawalan aparat yang hebat.

Di Petamburan Jakarta Pusat, ada seorang Ulama mengadakan hajatan nikahkan puterinya. Akhirnya berujung di penjara dan di pengadilan bak penjahat kelas kakap, padahal sudah membayar denda Rp50 juta sesuai aturan. Karena dianggap melanggar protokol kesehatan dan kerumunan.

Di Maumere NTT, Presiden Jokowi disambut penuh kerumunan, dan videonya viral luas. Habib Rizieq juga di sambut oleh jutaan massa yang oleh Lies Sungkarisma ikut berjalan ke Bandara Soekarno Hatto sejauh 8 km. Dan Sang Habib harus di penjara dan di adili.

Di Madura, Ketua Banggar DPR RI, nikahkan puterinya dengan sebaran 20.000 undangan, bahkan di hadiri oleh Megawati, ketua PDIP dan puteri Puan Maharani Ketua DPR. Saat sesi foto bersama penganten dan pemilik hajatan, Said Abdullah, yang beredar di media tanpa menggunakan masker.

Di Megamendung Bogor, Habib Rizieq bersama sejumlah Habaib dan para jamaahnya mengadakan acara naulid nabi SAW, sepulangnya dari Arab Saudi. Acara itu pun dijadikan alasan penahan dan pengkapan. Beserta sejumlah tokoh-tokoh FPI.

Di sebuah video yang saya buka pagi ini, terlihat, Andi Arief minta Mahfud MD Dengarkan Ketidakadilan pada Habib Rizieq dan Syahfanda Nainggolan.

Di Video itu, Bang Mahfud MD, yang juga menkopolhumam, sitir Ayat Al-Quran surat Annisa soal keadilan.

Juga Syahganda Nainggolan, gara-gara twit soal RUU Omnibus Law dianggap menyebarkan berita bohong, ditangkap dan di dakwa 6 tahun penjara, sedangakan prof Henry Subiakto, staf Ahli Meninfokom yang jelas-jelas sebarkan hoaks tidak ditangkap seperti Ganda, panggilan akrab teman-teman aktivis itu.

Lantas, pertanyaannya di mana di negeri ini, ada keadilan, kalau orang-orang kecil semacam bapak pemilik hajatan yang di bentak-bentak Polisi itu alami saat hajatannya. Dan Habib Rizieq yang kritis pada rezim harus ditangkap dan adili, juga aktivis kritis seperti Syahganda ditangkap dan diadili, sedangakan para punggawa negeri ini bebas berkerumunan di berbagai acara? Di mana keadilian dan rasa adil itu?

Sesak juga dada ini rasanya, setelah menulis soal keadilan dan rasa adil di negeri tercinta ini.

Edt: Redaksi (AN)