Cita-cita, Khayalan, Realita

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Bicara tentang cita-cita jika menelusuri literatur, cukup banyak orang sukses justru tidak sesuai dengan impian saat masih kecil”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Kejarlah cita-cita setinggi langit. Pribahasa tersebut sebuah legenda motivasi dalam perjalanan kehidupan. Kiasan yang sebenarnya multi interpretasi itu sah-sah saja diberlakukan dan dimaknai.

Bicara tentang cita-cita jika menelusuri literatur, cukup banyak orang sukses justru tidak sesuai dengan impian saat masih kecil. Dengan kata lain semisal saat masih kecil ingin jadi Polisi. Namun ketika perjalanan usia justru menjadi pengusaha akhirnya.

Setidaknya sebuah cita-cita memang harus dimiliki dan ada upaya dalam mewujudkannya. Sebab jika tidak ada upaya cita-cita hanyalah sebuah khayalan.

Berfikir realistis terhadap cita-cita cerminan proses sebagai manusia yang ingin sukses. Meski banyak orang yang memiliki cita-cita namun akhirnya terjebak dalam khayalan. Hal ini disebabkan malasnya mewujudkan dan merealisasikan cita-cita atau bisa juga karena terlalu ‘tinggi’ cita-cita yang digantungkan. Dengan kata lain tidak mengukur kemampuan diri.

Cita-cita ingin menjadi teknorat, namun malas dan tidak mau bereksperimen. Ingin jadi Presiden namun tidak mau belajar tata negara. Ingin jadi wartawan, namun tidak mau belajar menulis. Ingin jadi selebritis tapi malu tampil dipublik. Aneka ilustrasi diatas laksana memancing ikan tanpa umpan dikail.

Cita-cita memang bisa saja berubah-ubah, hal itu tidak terlepas dari usia kanak-kanak yang terbatas dalam melihat keadaan dan minim wawasan. Perjalanan saat dewasa cita-cita berubah setelah mulai banyak wawasan dan memiliki sudut pandang.

Faktor lingkungan, keluarga, pendidikan, ekonomi tidak terlepas sebagai perwujudan akan cita-cita. Meski bukanlah suatu penghalang sebab ada kuasa Tuhan yang bisa saja berkehendak lain.

Keberhasilan cita-cita yang tidak sengaja terwujud bisa saja terlahir dari faktor diluar nalar. Misal dalam kondisi serba ‘online’ seorang anak diunggah videonya oleh salah satu temannya, dimana dirinya sedang bernyanyi. Karena suara dan gerak tubuhnya bagus maka menjadi viral. Dan tawaran dari produser pun mengalir dengan bayaran tinggi hingga membuatnya jadi penyanyi terkenal.

Narasi ini hanyalah sebuah efek dari secangkir kopi menunggu matahari terbit. Raihlah cita-cita namun jangan jadi orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri. Hindari terjebak dalam khayalan, fokus dan wujudkanlah cita-cita.

Edt: Redaksi (AN)