Congrats, Ketum Moeldoko

Foto: Google

“Yang menarik, modus pencaplokannya. Sama sekali baru. Langsung head to head. Itu bukan lagi aquisisi. Cara Moeldoko itu, sangat efisien”

Oleh: Djoko Edhi Abdurrahman (Wartawan Senior)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Wow, sekonyong-konyong Moeldoko sudah jadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat. Saya baca tadi, itu hasil KLB di Sibolangit. Moeldoko mengalahkan calon lainnya, Marzuki Alie.

Luar biasa. Ini pola baru cara mencaplok Parpol yang patut dicontoh. Canggih Moeldoko. Sisanya akan di beresin oleh Menkumham sebagaimana mestinya.

Seperti yang sudah dihitung, Moeldoko pasti sukses mencaplok Demokrat. Kekuasaan ia punya, duit cukup dari Taypan, kualifikasi militer Moeldoko punya, popularitas sedang tinggi-tingginya, watak cocok, berani walau sering tak akurat. Punya ribuan buzzerRp yang di biayai APBN. Komplit. Capres sudah di tangan.

Otomatis berubah peta pencapresan dengan hadirnya Moeldoko sebagai Ketum Demokrat. Sebab tujuan utama Moeldoko, untuk menjadi presiden. Bukan sekadar menjadi Ketum Parpol.

Tinggal garis tangannya Moeldoko yang akan menentukan qudrat dan iradatnya ke depan.

Yang menarik, modus pencaplokannya. Sama sekali baru. Langsung head to head. Itu bukan lagi akuisisi. Cara Moeldoko itu, sangat efisien.

Pertama, Demokrat sudah lulus parlemen threshold. Artinya ia sudah di ambang batas parlemen. Itu berarti ia tak punya hambatan ikut pemilu. Padahal, kalau bikin parpol anyar, untuk lolos verifikasi faktual saja, setengah mati. Sangat mahal.

Kedua, Moeldoko sangat cerdas, punya sense of crisis, saya kira kalau ia jadi presiden, niscaya unggulan, manajeris, terutama tak suka bohong seperti Si Busuk Naoto.

Ketiga, semua hambatan bikin parpol itu di terabas oleh Moeldoko dengan mudah. Sebentar lagi, semua pentolan Demokrat di sedotnya. Dan Demokrat kembali ke energi awalnya. Apakah AHY mampu bertahan?

Edt: Redaksi (AN)