Covid-19 Tak Hanya Mengancam Nyawa, Tapi Juga Ekonomi Kita

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Masalah pokok dalam mengatasi Covid-19 memerlukan kesadaran dan kepedulian semua orang”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Akibat Gubernur Anies Baswedan menarik Rem Kompromi kata Karni Ilyas. Hingga harga saham anjlok lima persen.

Anies Baswedan yang tampil pertama dalam dialog ILC (Indonesia Lawyer Club) mengakui dikeroyok oleh berbagai pihak. Meski begitu Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta tetap kukuh menarik Rem Darurat seperti yang dia katakannya, meski dia dikroyok rame-rame oleh berbagai pihak.

Ajakan Riduan Kamil untuk menghentikan melihat masalah Covid-19 dari kaca mata politik. Jadi memang harus dipandang dari perspektif kesehatan dan keselamatan hingga masalah kemanusiaan.

Masalah Covid-19 memang bersilangan dengan masalah ekonomi yang telah dihajarnya. Semua sektor ekonomi seakan lumpuh, tak berdaya dan mengancam krisis keuangan dan pangan.

Jika kesehatan lebih utama dibanding ekonomi dan perdagangan maupun dunia usaha, tentu tidak berarti hal yang lain itu bisa diabaikan. Sebab masalah kesehatan itu hanya mungkin dapat diperoleh dengan kondisi ekonomi yang mendukung dengan baik dan cukup. Walau tidak perlu bermewah-mewah. Artinya, jelas untuk mendapat jaminan kesehatan yang pasti harus didukung oleh kecukupan ekonomi yang menopangnya.

Masalah pokok dalam mengatasi Covid-19 memerlukan kesadaran dan kepedulian semua orang. Sebab semua orang bisa menjadi korban atau membuat orang lain yang korban.

Edt: Redaksi (AN)