Dalam 15 Bulan, PSSI Didenda FIFA Lebih Dari Rp1 Miliar

Foto: (Ist)

“Satu tahun lebih sebelum sanksi pada Oktober ini, lembaga tertinggi sepak bola Indonesia itu juga pernah dijatuhi denda oleh FIFA”

Jakarta (Bintangtimur.net) – PSSI mendapat denda sebesar 75 ribu Franc Swiss atau setara dengan Rp1,072 miliar sebagai sanksi FIFA kurang dari dua tahun terakhir.

Badan sepak bola dunia itu baru saja menjatuhkan hukuman denda kepada Indonesia melalui PSSI sebesar 45 ribu Franc Swiss (sekitar Rp643 juta).

Denda tersebut diberikan FIFA kepada PSSI sebagai buntut kerusuhan suporter dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Indonesia dan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 September 2019.

Meski menerima sanksi dari FIFA, Sekjen PSSI Ratu Tisha berharap kerusuhan tidak lagi terjadi di pertandingan Timnas Indonesia. Ia juga meminta semua pihak bisa saling menghormati.

Satu tahun lebih sebelum sanksi pada Oktober ini, lembaga tertinggi sepak bola Indonesia itu juga pernah dijatuhi denda oleh FIFA.

Pada April 2018 PSSI mendapat hukuman denda dari FIFA sebesar 30 ribu Franc Swiss atau lebih dari Rp400 juta karena gagal mengurangi poin dari enam klub yang dinyatakan bersalah oleh FIFA. Total dalam 15 bulan terakhir PSSI didenda FIFA sebesar 75 ribu Franc Swiss atau setara dengan Rp1,072 miliar.

Meski demikian, dalam keterangan resminya, FIFA tidak menyebut keenam klub tersebut yang dianggap melanggar pasal 64 Kode Disiplin FIFA itu.

Klub-klub yang mendapat pengurangan poin dari PSSI di antaranya: Persegres Gresik dan Madura United dengan pengurangan dua poin di Liga 1 2017. Sedangkan klub-klub dari Liga 2 dan Liga 3 yang hukumannya diberlakukan di musim 2018 tidak disebutkan namanya.

PSSI mengonfirmasi klub-klub itu melanggar pasal 64 Kode Disiplin FIFA karena tidak bisa menyelesaikan tunggakan gaji terhadap beberapa pemain asingnya.

Klub-klub seperti PSM Makassar, Barito Putera, Persija Jakarta, dan Persiba Balikpapan pernah terbebas dari pengurangan poin karena membayar tunggakan gaji dan bernegosiasi dengan kuasa hukum pemain terkait. 

Dilansir situs resmi PSSI, sejak pertengahan 2017 pihaknya menangani sekitar 30-40 kasus serupa yang telah diadili FIFA pada periode 2011-2015. (AW)

Edt: Redaksi (AN)