Desa Mandiri Ala Wong Ndeso Bantu Negoro

Foto: H.M.Ismail, SH, MH, Ketua Umum Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro

“Oleh karena itu kami mencoba menawarkan berbagai paket pilihan kepada masyarakat desa agar mau menambah pola usahanya tidak hanya menanam padi saja,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro (PWNBN) bekerjasama dengan Bali Mas Fujiyama Foundation mengajak Desa dan Kelurahan di Indonesia untuk bergabung dalam program Desa Mandiri.

Digulir bahwa program ini, secara cuma-cuma untuk ikut serta mewujudkan masyarakat di pedesaan agar lebih mandiri di bidang ekonomi

Menurut Ketua Umum Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro H.M. Ismail, SH, MH, di Jakarta, Sabtu 17 Oktober 2020 mengemukakan sudah tujuh puluh lima tahun Indonesia merdeka, tapi kehidupan masyarakat desa tidak ada perubahan. Rata-rata masyarakat desa berharap pemenuhan kebutuhannya lebih banyak dari menanam padi di sawah.

“Oleh karena itu kami mencoba menawarkan berbagai paket pilihan kepada masyarakat desa agar mau menambah pola usahanya tidak hanya menanam padi saja,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima.

Paket kerjasama ini antara lain membuka perkebunan tanaman buah populer dan bernilai ekonomi tinggi. Mendirikan berbagai home industri yang bahannya di dapat di daerah bersangkutan. Memberikan bimbingan pemasaran, promosi dan menentukan kemasan produksi home industri yang menarik. Dan terahir juga akan membantu penuh dengan memberikan bimbingan untuk menjadi Desa Wisata.

“Untuk tahap awal saja sebagai dasar pertumbuhan Home Industri di desa desa maka Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro sudah menyiapkan antara lain: ribuan pohon buah mangga, pohon kedondong, pohon sukun, pohon nangka, pohon durian dan pohon Jeruk. Pohon-pohon ini akan ditanam kolosal dan dipelihara secara khusus sebagai modal dasar sebuah desa binaan yang memiliki citra home industri khusus,” ucapnya.

Paket paket kerjasama ini menurut H.M. Ismail non politis dan diberikan secara gratis. Tujuan gerakan ini semata-mata dilakukan untuk ikut serta menciptakan lapangan kerja di sekitar tempat tinggalnya. Oleh karena itu diharapkan pemuda pemudi desa yang tergabung dalam Karang Taruna dan ibu-ibu PKK setempat wajib untuk dilibatkan. Karena dalam praktek keseharian nantinya paket kerjasama ini akan melibatkan Karang Taruna dan PKK.

“Oleh karena itu teman-teman Karang Taruna dan ibu-ibu PKK bersama Kepala Desa masing-masing buat proposal yang ditanda tangani oleh kepala desanya. Proposal dapat dikirim kirim ke PWNBN & Bali Mas Fujiyama Foundation di E-mail: ismaillawfirm09@gmail.com atau WA di no: 0852.1547.5999 paling lambat ahir bulan November 2020,” tutupnya. (AW)

Edt: Redaksi (AN)