Di Tengah Covid-19, Badai PHK Mulai Mengancam Perekonomian

Foto: Ist

“Suharso Monoarfa memprediksikan jumlah pengangguran di Indonesia akan mencapai 10,7 juta hingga 12,7 juta orang pada 2021”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Berdasarkan data yang dihimpun di Jakarta, dari Bappenas, badai PHK mulai mengancam di berbagai sektor industri di tengau pandemi Covid-19 yang melanda.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa memprediksikan jumlah pengangguran di Indonesia akan mencapai 10,7 juta hingga 12,7 juta orang pada 2021.

Suharso mengatakan hal itu seiring dengan adanya potensi pertambahan jumlah pengangguran yang mencapai 4 juta sampai 5,5 juta orang pada tahun ini akibat pandemi COVID-19.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk 2020 diperkirakan berada di kisaran 8,1 persen sampai 9,2 persen atau lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 4,8 persen sampai 5 persen dan realisasi 2019 sebesar 5,28 persen.

Selanjutnya, pada wilayah tertentu, sebanyak 1.106 perusahaan se-Sulawesi Selatan telah merumahkan 14.504 pekerja akibat penurunan ekonomi selama pandemi COVID-19, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang di Makassar, Jumat.

Ia merinci dari 14.504 pekerja yang dirumahkan yaitu 14.037 orang dirumahkan dan Pemutusan Hak Kerja (PHK) 467 orang. Mereka berasal dari 16 kabupaten/kota di Sulsel, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Maros, Pangkep, Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur dan Toraja Utara.

Selain itu, dari total 14.037 pekerja yang dirumahkan, 6.186 tetap dibayarkan sebagian upahnya dan selebihnya dirumahkan tanpa menerima upah namun tetap menunggu panggilan dipekerjakan kembali.

Sementara rincian 467 pekerja dari masing-masing daerah yaitu Kota Makassar 296 pekerja, Kabupaten Gowa 65 pekerja, Palopo 64 pekerja, Toraja Utara 37 pekerja, Bulukumba dua pekerja dan Takalar satu pekerja.

Khusus Sulawesi Selatan, dalam kondisi tersebut, salah satu perusahaan tambang di Sulawesi Selatan justru dapat mampu memberikan kontribusi serapan tenaga kerja di tengah lesunya perekonomian.

Seperti dilansir dari Antara, PT Vale Indonesia melakukan rekruitmen sebagai upaya penyerapan tenaga kerja tambahan untuk mendukung operasional perusahaan pada masa pandemi virus covid-19.

Senior Manager Communications Bayu Aji kepada Antara membenarkan informasi tersebut bahwa PT Vale Indonesia justru melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal melalui rekanan kontraktornya. Saat ini 142 orang dinyatakan lolos seleksi dan selanjutnya PT Vale akan kembali melakukan perekrutan tenaga operator sebanyak 200 orang.

Bahkan kontraktor yang dirumahkan berdasarkan permintaan perusahaan tetap diberikan penghasilan sehingga mereka masih dapat hidup layak. Khusus untuk kontraktor lokal skala kecil perusahaan mempercepat pembayaran tagihan sehingga mereka memiliki perputaran dana yg lebih cepat.  

PT Vale percaya bahwa keseimbangan sosial sangat diperlukan terutama di masa krisis ini. (AF)

Edt: Redaksi (AN)