Din Syamsuddin Bicara di Hari Persaudaraan Kemanusiaan Sedunia

Foto: Ist

“Walaupun agama-agama berbeda secara teologis, namun mereka bertemu pandangan pada titik kemanusiaan”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah periode 2005-2015, dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI 2015-2020, Prof Din Syamsuddin, menjadi salah seorang pembicara pada Perayaan Al-Azhar untuk Hari Persaudaraan Kemanusiaan Sedunia yang digelar secara virtual.

Dalam pidatonya yang berjudul “Tanggung Jawab Organisasi Keagamaan untuk Membangun Persaudaraan Kemanusiaan”, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa penandatangan Piagam Kemanusiaan merupakan tonggak peradaban yang penting dan tepat waktu.

Menurut Din, peradaban manusia tengah menghadapi masalah yang menciptakan disrupsi besar. Maka merupakan tanggung jawab Organisasi Keagamaan untuk tampil sebagai problem solver (penyelesai masalah). Namun hal tersebut meniscayakan adanya kerja sama antar umat berbagai agama.

Dalam pandangan mantan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban ini, kerja sama antar umat beragama sedunia sangat mendesak.

“Walaupun agama-agama berbeda secara teologis, namun mereka bertemu pandangan pada titik kemanusiaan. Agama memang dari Tuhan, tapi sejatinya untuk manusia dan kemanusiaan. Maka tidak ada pemisahan antara Persaudaraan Keimanan (seperti Persaudaraan Keislaman) dan Persaudaran Kemanusiaan. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang,” kata Din Syamsuddin dalam keterangan yang disampaikan secara langsung di Jakarta, Sabtu (6/2/2021).

Di akhir pidatonya, Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu menyarankan agar Perayaan Hari Persaudaraan Kemanusiaan Sedunia tidak berhenti pada seremoni dan diskusi. Namun harus berlanjut pada aksi nyata ada kolaborasi umat lintas agama dalam membangun koeksistensi damai dan toleransi. Keduanya perlu berlanjut pada kolaborasi dalam berbagai sektor peradaban.

Memberi sambutan pembukaan Wakil Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Al-Dhuhaiwy, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Al-Mahrashowy, dan sejumlah tokoh Islam dan Kristen lainnya.

Perayaan tahunan tersebut merupakan kali kedua sejak Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsiqat al-Ukhuwwah al-Insaniyah) ditandatangani Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Thayyib dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019 lalu.

Piagam Persaudaraan Kemanusiaan itu sendiri menandai persatuan keyakinan keagamaan, persatuan Timur-Barat, Utara-Selatan, bahkan antara kaum beragama dan tidak beragama.

Pada Perayaan Tahunan 2021, yang diselenggarakan secara virtual oleh Komite Tertinggi Persaudaraan Kemanusiaan (The Higher Committee of Human Fraternity) yang berkedudukan di Kairo, hadir sejumlah tokoh. Baik itu tokoh Muslim maupun Kristiani, baik itu dunia Arab maupun luar, termasuk dari PBB. Dari Indonesia sendiri hadir Prof. Din Syamsuddin. (KR)

Edt: Redaksi (AN)