Donald Trump Bahas Perundingan Damai Dengan Afghanistan

Foto: (Ist)

“Kami telah membuat banyak kemajuan. Kami sedang membicarakan upaya damai itu,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandai kemajuan yang signifikan dalam upaya perundingan damai dengan Taliban pada Jumat (2/8). Hal ini terkait perundingan AS dengan Taliban untuk mengakhiri perang panjang Afghanistan yang telah berlangsung 18 tahun.

Namun, Trump mengingatkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk memusnahkan Afghanistan dalam beberapa hari hingga menewaskan jutaan orang. 

“Kami telah membuat banyak kemajuan. Kami sedang membicarakan upaya damai itu,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari AFP, Sabtu (3/8). 

Trump mengatakan bahwa pasukan AS yang terlibat selama hampir dua dekade dapat memenangkan Afghanistan dalam dua hari, tiga hari, atau empat hari. Namun, ia menyatakan tak ingin membunuh 10 juta orang yang ada di dalamnya. 

Pernyataan serupa pernah disampaikan Trump pada Juli lalu saat bertemu Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Trump mengklaim bisa dengan mudah memenangkan perang tetapi tidak ‘ingin membunuh 10 juta orang’. 

Hanya saja ia tak menjawab jelas saat disinggung tentang laporan Washington Post yang membahas kesepakatan untuk memangkas pasukan AS di Afghanistan dari 14.000 menjadi 8.000. 

Sebagai balasannya, pasukan Taliban disebut akan berhenti menembak dan mulai melakukan perundingan damai dengan pemerintahan Afghanistan yang didukung AS. Mereka juga berjanji melepaskan Al-Qaeda, setelah digulingkan dari kekuasaan di Afghanistan oleh pasukan koalisi pimpinan AS pada peristiwa 11 September. 

18 Tahun di Afghanistan

Amerika Serikat dan Taliban akan segera memulai perundingan damai putaran ke-8 di Doha untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri keterlibatan AS selama hampir 18 tahun di Afghanistan. 

Menurut laporan PBB yang dirilis Selasa, 1.366 warga sipil tewas dan 2.446 lainnya terluka selama enam bulan pertama di 2019. Angka itu tidak termasuk 34 orang yang tewas di Afghanistan Barat ketika bus yang ditumpangi menabrak bom di pinggir jalan Taliban pada hari Rabu.

Taliban yang saat ini menguasai sekitar setengah wilayah Afghanistan baru-baru ini menandatangani perjanjian tidak jelas untuk mengurangi korban sipil. Namun kekerasan terus berlanjut. 

Edt: Redaksi (AN)