Dr Ali Atmo Perintahkan Masifkan Turun Gunung Dampingi Ekonomi Rakyat

Foto: Doc. Ali Mahsun Atmo

“Andai ada vaksin pun butuhkan waktu 7 tahun untuk vaksinasi 70% atau sekitar 175 juta rakyat dari 267 juta penduduk negeri ini”

Jakarta (Bintangtimur.net) – “Untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan ke depan, pada kesempatan ini saya perlu tegaskan kembali atas keberadaan dua organisasi yang saya pimpin, yaitu APKLI dan GBN (Gumregah Bakti Nusantara). Bahwa secara organisatoris dan struktural keduanya tidak ada kaitan sama sekali namun ada aspek histori yang melekat didalamnya. Yaitu GBN termanahkan tatkala kami satu windu atau 8 tahun memimpin APKLI dari tahun 2011 hingga 2019. Tepatnya GBN kami deklarasikan di Jakarta pada tanggal 9 September 2019,” kata Ali Mahsun Atmo.

Untuk itu, lanjutnya, pada Harlah I GBN dan Pengukuhan PP GBN 2020-2025, Rabu (9/9) di Gedung Joeang 45 Jakarta akan ditandatangani Piagam Kesejarahan dan kerjasama antara GBN dan APKLI. Ini sangat mendasar guna membangun simbiosis dan sinergi mutualisme, serta mencegah hal-hal yang tidak diharapkan baik saat ini dan ke depan.

Tidak ada jalan lain saat ini kecuali seluruh rakyat Indonesia harus move on terlandasi kobaran api semangat dan optimisme yang kokoh untuk beraktfitas kembali hadapi krisis kesehatan, krisis dan ancaman resesi ekonomi Indonesia dengan mentaati ptotokoler kesehatan. Karena wabah covid-19 akan berlangsung panjang dan belum diketahui kapan berakhirnya.

Andai ada vaksin pun butuhkan waktu 7 tahun untuk vaksinasi 70% atau sekitar 175 juta rakyat dari 267 juta penduduk negeri ini.

“Oleh karena itu, saya perintahkan segenap jajaran APKLI maupun Gumregah Bakti Nusantara (GBN) masifkan turun gunung dampingi ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir, apapun bentuk dan wujudnya. Rakyat tidak boleh kelaparan. Kemiskinan tidak boleh terus meluas dengan lonjakan dratis. Ekonomi dan daya beli rakyat harus segera terdongkrak, dan hidupnya sejahtera secara berkeadilan. Krisis ekonomi segera teratasi dan terhindar dari resesi ekonomi nasional,” pungkas Pengarahan Ketua Umum DPP APKLI, dr. Ali M Atmo, M. Biomed. yang juga Presiden GBN dihadapan peserta Rakor APKLI se-Jawa Barat didampingi Pelaksana Harian Ketua Umum DPP APKLI, Abdul Aziz, SH., Direktur Eksekutif GBN, Syafrudin Atasoge, M.Pd., dan Deputi Bisnis, Perdagangan dan Industri GBN, Farda Sanberra, SE., SH., MH, dan Ketua DPW APKLI Prop. Jawa Barat, Drs. H. Ridwan Sudirmansyah, M.Si., Jumat (28/8). (AF)

Edt: Redaksi (AN)