Dua Remaja di Tasikmalaya Tewas Tersambar Petir

Foto: Google

“Lagi latihan rutin, kondisi memang baru hujan. Dua orang itu langsung tersambar petir,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Dua remaja di Kota Tasikmalaya meninggal dunia tersambar petir. Keduanya meninggal saat berlatih sepak bola di lapangan di Kampung Gunung Kialir, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat (11/6/2021).

Peristiwa itu terjadi ketika dua anak itu sedang berlatih sepakbola bersama rekan-rekannya di Sekolah Sepakbola (SSB) Putra Junior. Namun tiba-tiba turun hujan disertai sambaran petir

“Lagi latihan rutin, kondisi memang baru hujan. Dua orang itu langsung tersambar petir,” kata pelatih SSB tersebut, Nanang Mulyana (30), Jumat.

Menurut Nanang, biasanya tim langsung membubarkan diri ketika turun hujan. Namun, saat kejadian hujan turun tiba-tiba disertai sambaran petir. “Belum sempet istirahat, sudah kejadian,” kata Nanang.

Tambah dia, dua orang yang tersebut langsung tak sadarkan diri setelah tersambar petir. Keduanya langsung dibawa ke RSUD dr Soekardjo.
Sesampainya di RSUD dr Soekardjo, namun nyawanya tak tertolong.

Keduanya dinyatakan meninggal dunia. “Sepertinya korban meninggal tersambar petir di lokasi,” kata dia.

Nanang mengatakan, kedua korban bernama Muhammad Riyan (14) dan Muhammad Zaki (15). Keduanya masih berstatus pelajar SMP. (KR)

Edt: Redaksi (AN)