Dua Wanita Mucikari Ditangkap karena Jajakan PSK Melalui Aplikasi Online

Foto: Doc. Humas Polres Bogor

“Sewaktu di grebek pelaku bersama keempat korban ada di sebuah kamar,”

Bogor (Bintangtimur.net) – Dua orang perempuan mucikari menawarkan jasa wanita penghibur melalui aplikasi penginapan Red Doorz, ditangkap anggota Reskrim Polres Bogor, di sebuah vila Megamendung, Puncak Kabupaten Bogor, Kamis (8/1/2021).

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan kedua pelaku NO (35), dan LS (33), berhasil diamankan dengan cara undercover anggota Reskrim Polres Bogor di dalam suatu ruangan vila daerah Puncak.

“Sewaktu di grebek pelaku bersama keempat korban ada di sebuah kamar,” ujarnya didampingi Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita kepada wartawan, Jumat (22/1/2021) sore.

Mantan Kapolres Lumajang ini mengaku, peran kedua pelaku sebagai mucikari atau germo menawarkan wanita cantik melalui aplikasi Red Doorz dengan mengantar ke vila-vila sesuai permintaan dari pelanggan untuk dijual.

Foto: Doc. Humas Polres Bogor

“Setelah ada pesanan melalui aplikasi, pelaku membawa para gadis-gadis pesanan ke tempat yang diinginkan. Pada waktu undercover di penginapan RMI daerah Megamendung, kedua pelaku berhasil kita tangkap,” paparnya.

Perwira jebolan Akpol 2001 ini menambahkan adapun peran kedua pelaku NO sebagai mucikari dan LS sebagai pemesan.

“LS ini karyawati penginapan, kerjasama dengan NO jika ada pesanan menyanggupi diantar ke kamar,” tuturnya.

Selain itu hasil penyelidikan anggota, lanjut AKBP Harun, berhasil mengamankan para korban berstatus saksi yaitu LL (17), SH (24), R (20), IM (21), dan DPS (31).

“Rata-rata para korban berasal dari Bogor dan Cianjur. Dengan pesanan tarif short time Rp. 500 ribu dan para pelaku NO dan LS ini masing-masing mendapatkan Rp100 ribu per orang,” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan pengakuan salah satu pelaku LS, penginapan yang sepi dimasa pandemi, mendorongnya berbisnis ilegal sebagai usaha sampingan dalam mendapatkan keuntungan lebih.

“Alasan pelaku sementara ini faktor kebutuhan hidup buat tambah-tambah masukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutupnya.

Dari tangan pelaku pihaknya menyita barang bukti dua buah HP, uang tunai Rp. 2 juta, dua buah kondom merek sutra dan dua kondom merek Arjoena. Kedua pelaku kita kenakan Pasal 2 UU Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang No. 21 Tahun 2007 dan juga pasal berlapis Yaitu Pasal 296 KUHPidana dan 506 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 3 Tahun dan Maksimal 15 Tahun penjara. (AW)

Edt: Redaksi (AN)