Filsafat Teknologi di Era Pasca Industri 4.0: Permasalahan Dan Solusi

Foto: (Ist)

“Hidup kita saat ini di era apa? Banyak referensi kemudian “mengarahkan” kita ke era pasca Industri 4.0 yang berbasis lingkungan dan sosial”

Oleh: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min (Guru Besar Universitas Pelita Harapan)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Era Industri 4.0 yang mengangkat isyu tentang Cyber Physical Systems, merupakan milestone strategis pasca Era Industri 1.0 yang menitikberatkan kepada sistem Mechanization-Water Power-Steam Power, pasca Era Industri 2.0 yang menitikberatkan kepada Mass Production-Assembly Line, Electricity, dan pasca Era Industri 3.0 yang menitikberatkan kepada Computer serta Automation.

Hidup kita saat ini di era apa? Banyak referensi kemudian “mengarahkan” kita ke era pasca Industri 4.0 yang berbasis lingkungan dan sosial. Globalisasi, kecepatan dan relasi yang cepat yang kita alami saat ini disampaikan oleh Harold, James, dan Arindam dalam buku mereka yang berjudul Globality.

Buku Globality menyatakan kondisi manusia saat ini di dalam atmosfir ‘kompetisi’, serba cepat dan mudah, serta mungkin menurunnya nilai. Hal ini yang kita hadapi dan kita hidupi bersama.

Inikah Yang Dibutuhkan Manusia (Human’s Need)? Apa itu ‘realita’ yang dihadapi manusia? Realita apakah berhubungan dengan kebutuhan manusia? Bagaimana manusia merespon realita? Pemikiran Martin Heidegger dan juga cabang Ilmu Filsafat yaitu Metafisika kemudian mencoba menjelaskan hal ini.

Yang terutama bagaimana kemudian kita mengucap syukur untuk anugerah yang Sang Pencipta berikan kepada umat manusia. Kebutuhan manusia sebagai permasalahan pertama ini perlu dibahas secara mendalam. Hal ini berdampak kepada pembangunan, secara khusus pembangunan infrastruktur sebagai bagian dalam atmosfir di atas.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjamin keberlanjutan lingkungan yang dikelola manusia? Bagaimana filsafat teknologi mencermati realita human’s need, proses mengelola lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pembangunan konstruksi dan infrastruktur di Indonesia? Bagaimana kita menyikapi berbagai kegagalan konstruksi yang terjadi, termasuk ‘risiko maupun bencana’?.

Kita akan membahas hal di atas dalam Seminar filsafat teknologi yang diselenggarakan oleh Prodi S2 T. Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi UPH sore ini 20 Februari 2020, di kampus Pascasarjana UPH Plaza Semanggi lantai 3.

Please most welcome.

Edt: Redaksi (AN)