G String

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Nalar sehat teman akhirnya bergumul dalam alam fikirnya, ini suatu isyarat bahwa dirinya harus berhenti merokok”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Sudah tentu jika membaca judul tulisan diatas yang ada dalam nalar anda pasti model pakaian dalam. Setuju sajalah, mengakui merupakan tindakan berani jujur pada diri sendiri. Hindari berdusta dalam kehidupan ini.

Sebelum anda menelusuri narasi ini sebaiknya siapkan secangkir kopi. Dan menyeruputnya sesekali saja. Karena narasi ini butuh ekstra bernalar.

Iya…
Beberapa waktu silam teman bercerita akan pengalamannya jengkel gara-gara korek api. Dan akhirnya berterimakasih pada korek api.

Saya penasaran dan bertanya kenapa demikian?

Iya…
Teman menuturkan bahwa hari itu ia sangat jengkel karena kebiasaan buruknya merokok pada saat buang air besar. Pada saat ia sudah asyik “nongkrong” sebatang rokoknya lupa dinyalakan. Karena korek apinya tertinggal entah dimana, hingga gagal menemukan inspirasi.

Tidak hanya gagal mencari inspirasi saat buang air besar, ia juga gagal menikmati kopi pagi bersama rokoknya. Lantaran saat ingin merokok datang tamu yang kebetulan teman istrinya yang sedang hamil.

Iya…
Dua kali gagal mencari inspirasi dengan rokok. Siang harinya seusai makan siang dikantor ia pun ingin merokok, ternyata korek apinya tertinggal dirumah. Sedangkan rekan-rekannya yang berada disitu kebetulan tidak merokok dan ada yang sudah berhenti merokok. Pahamkan apa yang terjadi?

Iya…
Kembali ke G String. Masihkah anda membayangkannya?

Jangan lupa seruput lagi kopinya selagi hangat.

Usai pulang kantor saat santai dirumah, sang istri sudah menyiapkan kopi. Saat merogoh saku celana ternyata korek api akhirnya ditemukan. Bahagia rasanya. Namun nasib sial melanda, rokoknya tertinggal dikantor. Lagi-lagi gagal menikmati rokok dan mencari inspirasi. Sedangkan warung rokok cukup jauh dari rumahnya dan sudah malas untuk keluar rumah.

Iya…
Bisa anda simak kira-kira sudah berapa kali gagalnya kisah teman ini dalam merokok?

Iya…
Pasti penasaran mana narasi tentang G String?

Layar televisi akhirnya jadi pelarian gagal merokok. Ternyata ada berita yang menjelaskan ada peristiwa rumah terbakar gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dan ada pemberitaan bahwa dalam filter rokok ada kandungan babi.

Iya…
Nalar sehat teman akhirnya bergumul dalam alam fikirnya, ini suatu isyarat bahwa dirinya harus berhenti merokok. Lantaran seharian gagal merokok dan ternyata bisa tidak merokok seharian.

Iya…
Singkat cerita narasi tentang teman berujung pada berhenti merokok. Meski si teman bercerita sambil merokok. Hmmm…

Iya…
Narasi G String harus dipertanggungjawabkan, agar anda tidak gagal bernalar dan saya tidak dianggap provokator.

Iya…
G String disini sengaja saya gunakan agar anda bertahan dalam membaca narasi ini.

Iya…
Saya hanya bercerita tentang kisah teman.
Karena karakteristik “pembaca itu malas baca hingga tuntas atau narasinya yang kurang menarik”. Seperti halnya menyikapi persoalan pilpres yang baru saja usai. Maka G String sebagai kambing hitam.

Selamat seruput secangkir kopi.

Edt: Redaksi (AN)