GBN: Keluh Kesah Pedagang Rokok dan Minuman di Jakarta

Foto: Doc. GBN

“Tidak ada jalan lain saat ini kecuali semuanya harus move on dan optimis tatap ke depan rengkuh hidup lebih baik dan sejahtera dengan tetap patuhi protokoler kesehatan,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Seorang penjual rokok dan minuman mengeluhkan penghasilannya yang sekarang. Sebelum adanya wabah Virus Corona, penjual yang bernama P. Karyam (69) asli Jawa Tengah tersebut mengaku bisa mendapatkan untung RP200 perhari. Namun semenjak wabah virus ini, penghasilannya menjadi menurun.

“Jualan di sini sebelum wabah Corona rata-rata dapat Rp800 ribu dengan keuntungan Rp200 ribu per hari. Saat ini sangat menurun sekali. Untuk cukup buat makan saja jarang sekali dapatnya. Mudah-mudahan wabah Corona ini segera berakhir dan kondisi bisa pulih kembali”, tutur P. Karyam, 69 th, asli Jawa Tengah, pedagang rokok dan minuman di samping Kantor Kadin Indonesia Jl HOS Cokroaminoto Jakarta yang sudah berpuluh-puluh tahun berjualan kepada Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN) dr. Ali Mahsun ATMO Selasa Siang, Jakarta, (3/11/2020).

Mendengar pernyataan tersebut, Presiden GBN Ali Mahsun Atmo merasa prihatin, ia memberikan suport supaya Pak Karyam tetap sehat dan semangat.

“Pak Karyam tetap sehat, semangat dan optimis njih. Tetap berjualan mengail rezeki halal untuk kebutuhan keluarga walau ditengah kondisi serba sulit dan terbatas saat ini. InsyaAllah semua ini segera usai dan kembali ke sediakala atas kehendak dan ridho Tuhan YME, Allah SWT. Mari kita jalani tapakan hidup ini untuk bangkit bersama-sama,” katanya.

“InsyaAllah Gumregah Bakti Nusantara (GBN) bersama elemen bangsa lain termasuk Kadin Indonesia selalu mendampingi pelaku ekonomi rakyat kecil (UMKM) agar usaha, pekerjaan dan ekonominya mampu maju, berkembang dan unggul, hidupnya sejahtera secara berleadilan. Sing penting keluarga isik iso makan lan arek-arek isik biso sekloah njih pak (yang penting keluarga masih bisa makan dan anak-anak bisa sekolah ya pak). Dan ke depan jauh lebih baik dari hari ini”, tutur Presiden GBN dr. Ali Mahsun ATMO kepada Pak Karyam pada kesempatan yang sama.

Setelah berbincang-bincang beberapa saat, Ali Mashun Atmo lalu mengajaknya untuk berfoto. Awalnya Pak Karyam kebingungan, namun Presiden GBN itu segera menjelaskannya.

“Kagem kenang-kenangan dalem nate tumbas ning warunge Pak Karyam, lan niki kagem nambah rezeki sampean njih (Untuk kenang-kenangan kami pernah membeli di warung Pak Karyam, dan ini untuk menambah rezeki apak ya),” imbuh Ali Mahsun ATMO, mantan penjual krupuk asli Mojokerto Jawa Timur.

Menurutnya, ada puluhan juta di negeri ini pelaku ekonomi rakyat (UMKM) alami nasib yang sama dengan Pak Karyam, omsetnya anjlok dratis bahkan gulung tikar. GBN selalu mendampingi mereka untuk mampu bangkit sehingga usaha, pekerjaan dan ekonominya dapat maju dan berkembang kembali, serta mampu hidup dengan sandang pangan papan terpenuhi secara berkeadilan.

“Tidak ada jalan lain saat ini kecuali semuanya harus move on dan optimis tatap ke depan rengkuh hidup lebih baik dan sejahtera dengan tetap patuhi protokoler kesehatan,” pungkas Ali Mahsun ATMO dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FK Unibrawa dan FKUI. (AF)

Edt: Redaksi (AN)