Genocide In Demoratic Indonesia Election

Foto: (Doc. Asmawan Patrick)

“Operasi Pembunuhan terhadap kelompok itu tidak ada bedanya disebut sebagai gencocida”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Why i Mentioned Genocide?

Genocide berarti juga pembunuhan masal secara Politik.

Pengertian masal adalah khusus untuk etnis atau kelompok organisasi maupun kelompok dari Scope Intruder yang artinya Pengacau.

Strategi pengacauan adalah untuk tujuan alibi politik terhadap hal yang dianggap menghambat atau dapat menjadi kesaksian perkara.

Petugas pemilu adalah himpunan tenaga kerja operator pelaksanaan pemilu mereka menjadi satuan tugas kelompok penyelenggara pemilu.

Operasi Pembunuhan terhadap kelompok itu tidak ada bedanya disebut sebagai gencocida.

Pembunuhan seperti ini adalah extra ordinary crime setara dengan perbuatan tindakan terorisme.

Aktor intelektual seperti ini biasanya ahli-ahli terorisme, saya tidak menuduh tetapi pola ini tidak beda dengan operasi terorisme.

Terorisme tidak hanya peledakan bom, akan tetapi bagaimana cara bisa membunuh secara masal. Apakah dengan meracuni sasaran target tertentu.

Jadi operasi genocida seperti ini adalah tindakan blunder. Saya setuju dengan istilah brutal. Karena kecenderungan tindakannya yang ceroboh ngawur tolol otaknya di dengkul luar biasa biadab.

Saya mengecam keras dan mengutuk atas tindakan brutal genocida terhadap petugas-petugas KPU.

Kalau tidak mau dituduh.

Semua korban yang meninggal harus di otopsi oleh ahli forensik bedah otopsi dari WHO PBB karena isu demokrasi adalah isu Internasional.

Siapa yang bertanggungjawab atas tragedi kematian masal petugas-petugas Pemilu.

Karena Pihak Kepolisian lambat penanganan kasus ini. Atau Gamang.

Ada apa ini???

Mau tidak mau harus memaksa dibentuk TGPF.

Dan melibatkan pihak Mahkamah Internasional, mana tahu ada pihak asing yang mendalangi peristiwa ini.

Edt: Redaksi (AN)