GMBI Bentrok Dengan Preman di Dekat SGC Cikarang

Foto: (Ist)

“Dari data yang kita punya terdapat 150 pedagang yang meminta bantuan hukum dari kita”

Jakarta (Bintangtimur.net) – ┬áLembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GMBI terlibat bentrok dengan sejumlah preman di sekitaran Sentra Grosir Cikarang (SGC) di Jalan RE. Martadinata, Cikarang Utara, Senin (26/8) tengah malam.

Sekretaris Distrik GMBI Kabupaten Bekasi, Syamsudin membenarkan kejadian tersebut. Namun ia menceritakan, sebelum terjadinya bentrok, awal mulanya sejumlah pedagang yang biasa berjualan di median jalan sekitar SGC, digusur oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi dan terpaksa para pedagang tidak bisa berjualan lagi.

“Saat itu memang ada sejumlah preman yang membackup para pedagang. Namun para preman itu tidak bisa memperjuangkan para pedagang ini untuk terus berjualan. Oleh sebab itu, maka para pedagang meminta bantuan hukum kepada GMBI Kabupaten Bekasi,” kata Syamsudin, Senin (26/8) malam.

Saat itu, kata dia, GMBI Kota Bekasi berupaya mengadvokasi agar para pedagang dapat berjualan. Dan upaya tersebut membuahkan hasil dan para pedagang akhirnya dapat kembali berjualan.

Namun, setelah empat hari berjualan. Kata dia, sekitar puluhan preman yang tidak jelas lembaganya, mengintervensi para pedagang dan melarang untuk berjualan di median jalan sekitar jalan RE Martadinata.

“Dari data yang kita punya terdapat 150 pedagang yang meminta bantuan hukum dari kita. Akhirnya kita bisa berhasil membuat para pedagang bisa kembali berjualan,” ungkapnya.

Namun, ia mengapresiasi pihak keamanan, atas kesigapannya sehingga tidak ada korban jiwa atas bentrokan tersebut

“Saat itu kejadian sekitar jam 1 malam, kami dapat laporan dari pedagang ada yang mengganggu dagangan mereka. Akhirnya kami sebagai orang yang mengadvokasi mencoba membela para pedagang. Akibatnya, bentrokan pun tak terelakkan,” bebernya.

Edt: Redaksi (AN)