GPI Gelar Konfrensi Press Tolak pilkada

Foto: Doc. Bintangtimur.net

“Negara harusnya garda terdepan dalam menyelamatkan rakyat. Covid-19 adalah agenda kematian massal kalau tidak ada pencegahan,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sekjen Gerakan Pemuda Islam menyatakan tunda Pilkada serentak 2020 demi nyawa rakyat Indonesia. Hal itu di sampaikan di Jalan Menteng Raya 58 Jakarta, Jum’at (18/9/20).

Sekjen Gerakan Pemuda Islam Diko Nugroho menyatakan menolak Pilkada 2020. Pihaknya telah monitor semenjak korban Covid-19 yang sudah ribuan orang meninggal. Masyarakat dituntut dispilin protokol kesehatan Covid-19, sedangkan pemerintah banyak yang melanggar protokol Covid-19. Seperti dalam pemelihan wakil Gubernur, Jum’at (18/9/20)

Diko menambahkan sudah tahu ada Covid-19 tapi mau melaksanakan Pilkada 2020. Ketika sudah sampai pendaftaran calon Pilkada seperti di Solo Medan masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

“Siapa yang bertanggung jawab, Presiden RI-kah, Kemendagri kah, Kepolisian RI kah, KPU RI kah?, DPR RI-kah? Jangan karena hanya nafsu kekuasaan memaksakan Pilkada serentak dan kami akan melakukan tindakan kritis. Karena menyangkut jutaan jiwa rakyat Indonesia,” tegasnya.

“Negara harusnya garda terdepan dalam menyelamatkan rakyat. Covid-19 adalah agenda kematian massal kalau tidak ada pencegahan,” lanjut Diko.

Ustadz Afan dari GPI mengatakan menolak agenda Pilkada 2020. Banyak jiwa yang terancam. Pemerintah juga menyalahi peraturan. Dengan adanya pemilihan ini sangat membahayakan jiwa rakyat Indonesia. Melanggar pasal 152 wabah penyakit yang melanda Indonesia.

“Semua korban Covid-19 Presiden RI bertanggung jawab. Mereka pemilih tidak akan mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Kami menyatakan sikap menolak Pilkada 2020. Ketahanan negara berada dikedaulatan rakyat. Kami meminta DPR RI meminta pihak-pihak terkait untuk bertanggung jawab dengan berjatuhan korban Covid-19. Hak kita Untuk hidup dan nyawa kita tidak dijual,” katanya. (Anirwan)