GPI Siap Melawan Kebijakan Yang Tidak Pro Rakyat

Foto: Google

“GPI akan menjadi perekat kelompok gerakan Islam lainnya yang mempunyai visi sama. Kita mewujudkan baldatun toyyibatun warobbun ghoffuur,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Gerakan Pemuda Islam (GPI) telah menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) dan Milad ke-75 pada 2-4 Oktober 2020 lalu di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan ketua umum menjadi salah satu agenda kegiatan. Muktamar menghasilkan terpilihnya Diko Nugraha sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GPI periode 2020-2023.

Diko Nugraha menegaskan di bawah kepemimpinannya GPI siap bersikap kritis melawan setiap kebijakan penguasa yang dinilai tidak mementingkan kemaslahatan umat. GPI berupaya memaksimalkan kaderisasi di seluruh daerah. Hal itu dimaksudkan untuk mengembalikan visi perjuangan sebagaimana tujuan awal organisasi kepemudaan Islam ini dibentuk.

Dia berharap seluruh kader memegang semangat milad ke-75 yang baru saja berakhir. Di samping itu dapat menjalankan keputusan sesuai kesepakatan MLB serta istiqomah berjuang demi kemaslahatan umat. Para kader merupakan garda terdepan beramar ma’ruf nahi mungkar.

“GPI akan menjadi perekat kelompok gerakan Islam lainnya yang mempunyai visi sama. Kita mewujudkan baldatun toyyibatun warobbun ghoffuur,” kata Diko Nugraha kepada pewarta di markas GPI, Jalan Menteng Raya 58, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2020).

Ia mengakui, bukan hal mudah mewujudkan visi tersebut. Ketua Umum PP GPI terpilih ini berusaha melakukan konsolidasi organisasi dengan cara menyatukan kembali ikhwan-ikhwan GPI di seluruh Indonesia.

“GPI ini kan salah satu organisasi pemuda Islam tertua di Indonesia. Saya akan keliling Indonesia untuk konsolidasi langsung agar ikhwan-ikhwan bangkit kembali bersama GPI. GPI harus lantang menyuarakan keadilan dan kesejahteraan umat,” tegasnya.

Diko meminta semua kader dalam merealisasikan visi misi organisasi mengacu pada sistem komando terpadu. Dari tingkat pusat, wilayah, daerah, hingga cabang satu komando satu suara dengan pimpinan pusat. Ia menginstruksikan pimpinan wilayah, pimpinan daerah, serta pimpinan cabang segera melakukan regenerasi atau penyegaran.

“Kaderisasi diupayakan secara maksimal, baik kaderisasi anggota maupun brigade (laskar GPI). Ini semua untuk membesarkan dan memperkokoh GPI di seluruh Indonesia,” harapnya.

Diko memastikan GPI selalu berdiri di garda terdepan selama terkait kepentingan umat. Dirinya tidak mau kompromi dengan pihak manapun. Ia mengingatkan pula supaya kader GPI bersikap kritis terhadap penguasa yang memiliki kebiasaan menindas rakyat.

“GPI bersikap kritis, tegas terhadap segala kebijakan penguasa yang kami anggap tidak pro rakyat. Para kader harus ingat slogan GPI. Takdir kami memimpin negara,” tutup Diko Nugraha. (AW)

Edt: Redaksi (AN)