Hadapi Kebijakan Omnibus Law, Kapolres Bogor Siapkan Rencana Pengamanan

Foto: Doc. Humas Polres Bogor

“Kami juga menghimbau kepada seluruh warga tetap membiasakan melaksanakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,”

Bogor (Bintangtimur.net) – Selama sepekan ini jajaran personil Polres Bogor melakukan sejumlah langkah pengamanan rencana aksi unjuk rasa dan mogok kerja pasca dikukuhkannya rancangan Undang-Undang Omnibus Law di Indonesia.

Sebanyak 964 personil Polres Bogor, TNI, Dishub dan Sat Pol PP dan 1 SSK pasukan Brimob Polda Jabar dan 2 Unit Rainmas Brimob disiapkan dalam rencana aksi ini di berbagai titik Pusat Pemerintahan, perusahaan dan tempat-tempat publik lainnya.

“Menyikapi adanya rancangan Undang-Undang Omnibus Law yang ditetapkan, mulai hari ini kami laksanakan kegiatan pengamanan dalam rangka menjaga serta menjamin keselamatan masyarakat sekitar maupun bagi para buruh yang akan melaksanakan unjuk rasa,” tutur Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran personil Polres Bogor, TNI, Dishub, Sat Pol PP dan BKO Brimob meliputi Orang, Benda dan lokasi yang dijadikan sebagai tempat berorasi/unjuk rasa.

“Objek atau sasaran pengamanan yang kami lakukan meliputi orang yaitu peserta unjuk rasa, masyarakat sekitar, benda yaitu fasilitas atau sarana/prasarana publik atau milik perorangan/perusahaan, dan objek pengamanan di lokasi yang dijadikan tempat unjuk rasa,” katanya.

AKBP Roland melanjutkan, dari data monitoring yang sudah diterima, ada 125 perusahan di Kabupaten Bogor yang akan melakukan unjuk rasa dan tentu pihaknya sudah mengantisipasi serta menyiapkan rencana pengamanan itu semua, dengan pola pengamanan terpadu antara Polri, TNI, Dishub dan Sat Pol PP yang terbagi dalam 3 rancangan Satgas yaitu, Satgas Pre emtif, Satgas Preventif dan Satgas Represi.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh warga tetap membiasakan melaksanakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” tutup Kapolres Bogor. (KR)

Edt: Redaksi (AN)