Harapan Dan Kecemasan Saya Setelah Terbentuknya Komite KAMI

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Karena realitas sesungguhnya rakyat sudah lama menahan derita. Tak hanya dalam bidang ekonomi, tapi juga meliputi politik dan budaya serta kenyamanan dalam menjalankan ibadah keagamaan”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sungguh besar sekali harapan saya sebagai warga bangsa Infonesia dengan terbentuknya Komite KAMI untuk segera bertindak menyelamatkan negeri ini yang tak hanya terancam bangkrut, tapi juga bisa brantakan karena banyak sendi yang menopang kelangsungan hidup dan jayanya bangsa Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan serta hidup nyaman dan aman untuk mengembangkan akal budi yang sehat dan beradab dapat terjaga.

Komite eksekutif, komite khusus, komite keagamaan dan kehidupan beragama, komite sosial ekonomi, komite sosial politik, komite sosial budaya, komite SDA dan lingkungan Hidup, komite antar lembaga serta komite kahian strategis hingga komite hukum dan HAM bahkan komite Hubungan Internasional sampai komite seni budaya sudah lengkap diisi oleh para ahli yang kompeten dalam bidangnya pada komite tersebut.

Artinya, sebagai warga masyarakat seperti saya tibggal menunggu apa saja langkah-langkah strategis yang hendak segera dilakukan sebagai upaya menyelamatkan bangsa dan negara yang ditengarai tengah berada dianbang malapeta besar yang tak bisa dihindarakan.

Isyarat dari Menko Polhukham Profesor Mahfud MD tentu tak sekedar cuap-cuap semata, tetapi dapat dijadikan acuan kerawanan itu semakin mendekat hendak menggilas segenap warga babgsa dan Negara Kesatuan Relublik Indonesia.

Ancaman itu bisa saja kelak kita tak lagi menyebut NKRI sebagai negara kesatuan, atau mungkin juga tak lagi layak sebagai negara yang disebut republik, atau sekedar kebangkrutan ekonomi hingga kemiskinan semakin parah melanda segenap warga bangsa Indonesia hingga kegaduhan dan kejahatan muncul dimana-mana.

Atau keamrukan itu sekalian merontokkan pertahanan budaya kita, sehingga gaya hidup kita semakin tidak karu-karuan bangsa diiringi dengan melorotnya keyakinan terus dan agama yang dianut dan diyakini warga pedoman hidup selama ini.

Agaknya beragam kemungkinan bisa saja terjadi bila menilik dari isyaat beragam komite yang dibentuk oleh KAMI untuk menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari keahancuran maupun keambrukan yang dikhawatirkan itu.

Semua rasa kekhawatiran itu sama dengan rasa cemas dan kekhawatiran saya jika KAMi cuma sekedar sebatas proposal diatas kertas yang tak pernah bisa diwujudkan dalam aksi yang nyata dengan hasil bisa segera dirasakan serta dinikmati oleh segenap warga masyarakat.

realitas sesungguhnya rakyat sudah lama menahan derita. Tak hanya dalam bidang ekonomi, tapi juga meliputi politik dan budaya serta kenyamanan dalam menjalankan ibadah keagamaan. Meski dari sejumlah komite yang dibentuk oleh KAMI ini tak bisa dipahami dalam komite mana kehidupan kaum buruh, petani dan nelayan hendak disubstitusikan.

Sehingga masa kejayaan suku bangsa Indonesia sebelum kemerdejaan yang menjadu primadona bangsa-bangsa Eropa datang ke nusantara karena tergiur dengan rempah-rempah dan hasil bumi pada umumbya dapat kembali berjaya. Sehingga birahi impor untuk berbagai komoditas pangan tak lagi perlu dilakukan seperti sekarang.

Begitulah gairah rakyat menuju perubahan untuk hidup dan penghidupan yang lebih baik, sejahtera, adil, berkepribadian dan bermartabat.

Jika tidak, maka perubahan itu sendiri akan menjadi serta menambah kecemasan baru yang membuat rakyat semakin tak berkutik dalam mengatasi masalah yang akan terus bermuculan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Edt: Redaksi (AN)