Hipmi Minta Pembuktian Soal Tuduhan Penyelundupan Baja

Foto: Google

“Kami membantah hal tersebut secara langsung di RDP. Selama saya menjabat 2,5 tahun, Krakatau Steel tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Demokrat, Muhammad Nasir menuduh PT Krakatau Steel (Persero) melakukan penyelundupan produk baja dari Tiongkok dalam rapat dengan pendapat (RDP) di Komisi VII. Nasir menuduh modus penyelundupan itu dilakukan Krakatau Steel dengan melakukan stempel produk asal Tiongkok, sehingga seolah-olah baja tersebut diproduksi oleh BUMN, hal tersebut membuat negara berpotensi merugi hingga Rp 10 triliun.

Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menyebut di tengah kinerja Krakatau Steel yang menorehkan prestasi, tuduhan yang cenderung negatif itu harus ditelusuri kebenarannya, sehingga tidak menjadi fitnah.

“Ada isu ini kan membuat sentimen yang negatif padahal ya perlu ditelusuri kebenarannya seperti apa, jangan sampai ini sebagai fitnah untuk menjelek-jelekan prestasi Krakatau Steel yang sudah positif,” ujar Anggawira, Kamis (25/03/2021).

Anggawira menambahkan, prospek Krakatau Steel sudah positif, pada bulan Maret ini saja berhasil melakukan ekspor baja HRC sebanyak 20.000 ton hingga pasar Eropa dengan negara tujuan Portugal, Italia dan Spanyol.

“Di tengah rebound positif yang dilakukan Krakatau Steel, pembenahan-pembenahan, tata niaga dan juga konsolidasi secara internal dalam konteks peningkatan produksi KS (Krakatau Steel) juga sudah mencatat ekspor besi keluar baru-baru saja,” ungkapnya.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Silmy Karim sebagai Direktur Utama Krakatau Steel melakukan konsolidasi internal, efisiensi dan transformasi perusahaan, sehingga Krakatau Steel mampu menurunkan biaya opersional hingga 41 persen.

“Konsolidasi internal Krakatau Steel sangat positif,” terangnya.

Bantahan

Sebelumnya Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim juga membantah tuduhan Muhammad Nasir.

“Kami membantah hal tersebut secara langsung di RDP. Selama saya menjabat 2,5 tahun, Krakatau Steel tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan,” kata Silmy melalui keterangan tertulis, Rabu (24/03/2021).

Silmy menegaskan perusahaan justru mengecam derasnya produk baja impor dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Emiten pelat merah tersebut juga berupaya agar industri baja Indonesia mendapatkan dukungan dan proteksi dari pemerintah.

Menurutnya, Krakatau Steel selama ini telah menerapkan transparansi dan menjalankan tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Krakatau Steel juga terus membuktikan adanya kecurangan-kecurangan dalam proses masuknya baja impor ke Indonesia yang hingga saat ini terus dikawal bersama The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).

“Sangat tidak logis tuduhan itu dilayangkan ke Krakatau Steel yang sejak dulu selalu memerangi unfair trade untuk baja impor khususnya dari Tiongkok. Saya sudah cek dan tidak pernah ada produk finished goods (barang jadi) maupun produk baja dari Tiongkok yang dicap Krakatau Steel,” terangnya.

Jika ada hal seperti terjadi, ia pun mendukung untuk pengusutan sampai tuntas karena ada pemalsuan dan mencoreng nama baik Krakatau Steel.

“Kami berharap hal ini dapat ditindaklanjuti dan kami akan bersikap kooperatif jika ada penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib dalam menemukan kebenaran,” tuntasnya. (NH)

Edt: Redaksi (AN)