Ilmu Adalah Bekal Utama Untuk Masa Depan

Foto: Doc. Attiq R

“Jika makanan adalah asupan tubuh, maka ilmu adalah asupan jiwa. Semakin baik dan banyak asupannya, maka akan semakin meningkat kekuatannya”

Oleh: Attiq R

Jakarta (Bintangtimur.net) – Setiap manusia pasti ingin memiliki ilmu, karena di dalam kehidupan tak lepas dari jeratan ilmu. Masa ini akan terus berjalan. mereka yang minim ilmu akan termakan oleh zaman, sedangkan mereka yang mempunyai ilmu lebih tenang karena memiliki bekal.

Bekal yang dimaksud adalah ilmu, Karena ilmu adalah bekal utama masa depan. kita pasti tidak ingin menjadi orang faqir ilmu, yang kalah oleh zaman dan tidak tahu harus bagaimana.

Kita pasti ingin memiliki masa depan yang cerah, lebih baik dari sebelumnya. Tapi bagaimana caranya?

Cara terbaik yaitu dengan menambah ilmu, karena masa depan yang lebih baik hanya bisa diubah dengan menambah ilmu. Semakin kita bertambah ilmu, maka kekuatan pikir kita akam semakin meningkat.

Jika makanan adalah asupan tubuh, maka ilmu adalah asupan jiwa. Semakin baik dan banyak asupannya, maka akan semakin meningkat kekuatannya.

Layaknya tubuh yang bugar, jika makanannya baik maka akan mampu mengatasi beban, begitu pun jiwa. Semakin baik ilmunya maka semakin mudah mengatasi masalah.

Keutamaan memiliki ilmu pun disebutkan didalam Hadist yang diriwayatkan oleh At-Tabrani:

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْتَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: “Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.”

Semangatlah kalian wahai para pencari ilmu, jangan berputus asa walau ujian datang. Pantang menyerah, walau rintangan menghadang.

Tetap sabar menghadapi ujiannya, karena manusia yang sedang mencari ilmu pasti dalam naungan Allah SWT.

Sebagaimana dalam hadist Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR. Turmudzi)

Edt: Redaksi (AN)