IPW Apresiasi Kerja Cepat Satgas Mafia Tanah Polri

Foto: Google

“Sejumlah tanah masyarakat berhasil diselamatkan dari rekayasa penjarahan para mafia tanah yang bergentayangan di negeri ini,”

Jakarta (Bintangrimur.net) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, gebrakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam membentuk Satgas Anti Mafia Tanah patut diapresiasi. Dalam waktu singkat, satgas tersebut sudah menunjukkan hasil kerjanya.

“Sejumlah tanah masyarakat berhasil diselamatkan dari rekayasa penjarahan para mafia tanah yang bergentayangan di negeri ini,” ujar Neta S Pane dalam keterangannya, Kamis (4/3/2021).

Ia mengungkapkan, dari pantauan IPW di Banten misalnya, sejumlah tanah rakyat kecil berhasil diselamatkan Satgas Anti Mafia Tanah dari penjarahan mafia tanah. Di Jakarta juga, Satgas menangkap lima anggota sindikat mafia tanah.

“Di Banten, Satgas berhasil membongkar keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi bagian mafia tanah,” katanya.

Modus operandi para mafia tanah tersebut, menurut Neta, dengan cara memalsukan dokumen jual beli tanah. Kasus terbongkar, setelah korban dan pemilik tanah melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah Polda Banten.

“Modus para mafia tanah ini memalsukan tanda tangan pemilik tanah dalam akta jual beli tanah. Padahal pemilik tanah tidak pernah menandatangani AJB, apalagi menjual tanahnya kepada orang lain,” ungkapnya.

“Kerja cepat Satgas Anti Mafia Tanah ini patut diapresiasi. Sebab seiring dengan maraknya pembangunan di berbagai daerah para mafia tanah bergentayangan memburu korban, terutama rakyat kecil yang kurang paham hukum,” imbuhnya.

Ia menuturkan, Kapolri Sigit sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Upaya tersebut sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Implementasi dari instruksi Kapolri itu, Polda polda juga telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah di tingkat provinsi, yang bekerja sama dengan Agraria atau Badan Pertanahan Nasional.

“Masyarakat yang menjadi korban mafia tanah jangan ragu ragu untuk melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah. Sebab pembentukan Satgas Anti Mafia Tanah ini sebagai wujud keseriusan Polri dalam upaya menindak secara hukum para pelaku praktik mafia tanah,” tegasnya. (APL)

Edt: Redaksi (AN)