Jangan Hancurkan Cermin

Foto: Doc. Norman Arief

“Sebaiknya jangan ragu dan malu jika harus memulai kembali dari titik nol apabila usaha selama ini kandas”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Seringkali kita dengar pepatah usang yang sangat bermakna. Seperti “bercerminlah maka kan menemukan diri sendiri”. Atau “dirimu adalah cerminan dirimu”.

Iya …
Banyak sekali pepatah yang menggunakan kata cermin sebagai kiasan.

Yang sebenarnya cermin hanyalah sebuah benda mati tapi bisa menggambarkan wujud apapun yang dihadapannya tanpa berubah sedikitpun. Meskipun cermin itu retak.

Maka sejatinya tidaklah salah dalam hidup ini kita harus rajin “bercermin”. Dan jangan pernah salahkan “cermin” apabila kita tidak dapati pemandangan yang bagus dalam diri. Apalagi menghancurkannya.

Jika kita dapati ada murid yang sangat pintar, dan piawai. Maka ada cermin seorang “guru” yang berhasil mendidiknya.

Apabila dalam satu kelas semuanya tidak memahami pelajaran, maka ada cermin seorang guru yang tidak pandai mendidik.

Namun jika di dalam kelas ada dua atau tiga orang yang memahami pelajaran, selebihnya tidak paham. Maka ada cermin seorang guru yang berhasil dan murid yang sebagian tidak memahami, adalah murid yang gagal bercermin.

Sering kita dapati seseorang menyalahkan keadaan sekitar apabila nasib baik tidak berpihak. Sebenarnya orang itu hanya kurang bercermin.

Iya … bercerminlah apa yang kurang didalam diri.

Iya … hargailah cermin yang telah visualisasikan diri dengan jujur.

Jangan hancurkan cermin jika kita inginkan hasil yang terbaik namun tetap saja buruk.

Perbaiki diri, telaah kembali apa yang memang harus diperbaiki.

Sebaiknya jangan ragu dan malu jika harus memulai kembali dari titik nol apabila usaha selama ini kandas.

Kembalilah bercermin dalam kehidupan ini apabila salah langkah.

Berlama-lamalah bercermin hingga dapati sisi mana yang harus diperbaiki.

Edt: Redaksi (AN)