Jangan Lagi Menyebut Terdakwa 21-22 Mei sebagai Perusuh

Foto: (Ist)

“ACTA menghimbau, stop menggunakan istilah perusuh,”

Oleh: Hendarsam Marantoko (Wakil Ketua ACTA)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sidang sudah memasuki tahap tuntutan dari Jaksa, rata-rata para terdakwa dituntut kurang lebih4 bulan penjara, dianggap terbukti melakukan pelanggaran Pasal 218 KUHP.

Pasal 218 KUHP adalah delik tentang tidak mengindahkan himbauan Kepolisian untuk membubarkan diri dalam aksi demo di Bawaslu setelah 3 kali diberi peringatan.

Faktanya, mereka ada yang langsung membubarkan diri, ada yang dalam perjalanan pulang ditangkap aparat, dan ada yang tidak mendengar karena jauh dari lokasi titik demo. So kenapa masih disebut perusuh?

ACTA menghimbau, stop menggunakan istilah perusuh, mereka hanya menyuarakan aspirasinya yang dijamin Undang-undang.

Mudah-mudahan ACTA dan lawyer ex BPN dibawah arahan Bang Sufmi Dasco (waketum Gerindra) bisa mendapatkan hasil terbaik bagi para pejuang demokrasi dlm persidangan ini.

Edt: Redaksi (AN)